Ilustrasi wilayah DKI Jakarta - - Foto: MI/ Sumaryanto
Ilustrasi wilayah DKI Jakarta - - Foto: MI/ Sumaryanto

Jakarta Bakal Jadi Percontohan Penyesuaian PSBB

Ekonomi psbb di jabodetabek Pemulihan Ekonomi
Ilham wibowo • 21 Mei 2020 22:04
Jakarta: Pemerintah bakal menjadikan wilayah DKI Jakarta sebagai percontohan atau tolok ukur dalam penyesuaian Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Relaksasi pembatasan sosial ini akan merujuk pada pedoman organisasi kesehatan dunia (WHO).
 
"Kami akan gunakan Jakarta sebagai benchmark," kata Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam konferensi pers secara virtual, Kamis, 21 Mei 2020.
 
Suharso menuturkan kebijakan tersebut diberlakukan agar masyarakat dapat beraktivitas kembali dengan aman di tengah penanganan pandemi covid-19. Strategi yang disiapkan pemerintah juga melibatkan ahli epidemiologi dalam negeri seperti peneliti UI dan UGM.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pengalaman negara lain yang berhasil atasi pandemi semua mengacu pada dasar data dan keilmuan dalam mengambil keputusan. Tidak ada keputusan ambil kebijakan secara gegabah, tapi cermat dan hati-hati dan dihitung," paparnya.
 
Pemilihan wilayah DKI Jakarta sebagai benchmark, didasari statistik angka reproduksi efektif (Rt) dari sebuah virus yang berada lebih kecil dari level satu. Kemudian, penyesuaian PSBB bisa dilakukan saat kondisi tersebut bertahan paling sedikit 14 hari terhitung 19 Mei 2020.
 
"Kita sama-sama berharap bisa menekan angka Rt itu lebih kecil dari angka satu selama 14 hari kalau kita ingin lakukan pelonggaran PSBB," terang dia.
 
Sistem kesehatan di Jakarta juga dinilai telah memadai dengan jumlah kasus baru semakin kecil. Fasilitas RS di wilayah Jakarta disebut mampu untuk menampung kasus pasien positif baru sesuai standar yakni sebesar 60 persen.
 
"Bisa menampung yang terpapar baru, kalau bisa angkanya lebih rendah dari kapasitas RS. Ada kelonggaran sehingga sistem kesehatan itu punya kapasitas dan kapabilitas untuk menangani," tuturnya.
 
Suharso menambahkan indikator lainnya yakni kapasitas tes laboratorium yang memadai serta strategi tes yang jelas. Pengetesan masyarakat yang diduga terpapar setidaknya harus mencapai 3.500 per satu juta penduduk.
 
"Menarik di Jakarta, 550 ribu tes per satu juta penduduk dan sudah di atas Thailand atau Malaysia, memang separuh lebih dari tes nasional ada di Jakarta," ucap Suharso.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif