| Baca juga: Dividen Samudera Indonesia Cair! Total Rp196,5 Miliar untuk Pemegang Saham |
Direktur Utama Samudera Indonesia, Bani Maulana Mulia, mengatakan perseroan akan lebih selektif dalam mengoperasikan layanan dengan mengutamakan rute yang mampu memberikan margin keuntungan yang sehat.
"Kami terus menjaga margin dengan memilih layanan yang memberikan keuntungan yang baik. Kalau ada rute yang tidak lagi menghasilkan margin yang memadai, kami akan menyesuaikan, bahkan menghentikan layanan tersebut dan mengalihkan utilisasi kapal ke rute yang lebih menguntungkan," ujar Bani dalam paparan kepada investor.
Berdasarkan data laporan keuangan perseroan, pendapatan Samudera Indonesia naik 11% dari USD379,1 juta pada semester I-2025 menjadi USD421,8 juta pada semester I-2026.
Peningkatan signifikan juga terjadi pada EBITDA yang melonjak 38% YoY, dari USD96,3 juta menjadi USD132,8 juta. Sementara itu, laba bersih perusahaan tercatat tumbuh 11% YoY dari USD29,3 juta menjadi USD32,5 juta pada separuh pertama tahun ini.
Tak hanya performa laba rugi, total aset perusahaan pada semester I-2026 juga mengalami peningkatan sebesar 4% jika dibandingkan dengan nilai total aset pada akhir tahun buku 2025.
Atas capaian positif tersebut, Samudera memutuskan untuk membagikan dividen interim tahun buku 2026 kepada para pemegang saham. Nilai dividen interim yang ditetapkan yakni sebesar Rp2,5 per lembar saham, dengan total nilai mencapai Rp40,9 miliar. Rencananya, pembagian dividen interim ini akan dibayarkan pada 29 Agustus 2026 mendatang.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda