President Director Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin. Foto Istimewa.
President Director Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin. Foto Istimewa.

Ekosistem Bandara di Indonesia Perlu Diperkuat Infrastruktur Data Center

Husen Miftahudin • 30 November 2022 13:00
Tangerang: President Director Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin menyampaikan sejumlah bandara besar di dunia telah memiliki infrastruktur data center untuk memastikan keandalan operasional teknologi dan informasi bagi seluruh stakeholder bandara.
 
"Bandara-bandara di negara lain telah mengembangkan data center untuk memastikan keandalan operasional teknologi dan informasi bagi seluruh stakeholder bandara, dan meminimalisir potensi-potensi gangguan terkait IT di suatu bandara. Kita tahu di era saat ini, data adalah hal yang sangat penting," ujar Awaluddin dalam Seminar Nasional APSD Tech Talk yang digelar PT Angkasa Pura Sarana Digital (APSD), dalam keterangan tertulis, Rabu, 30 November 2022.
 
"Kita juga melihat seperti apa best practices global dalam pengembangan data center di bandara, semisal Dubai International airport, Istanbul International Airport, Beijing Daxing International Airport, dan Fukuoka Airport. Harapan kita, Bandara Soekarno-Hatta punya smart infrastructure yang salah satunya data center, dan tidak kalah bersaing dengan bandara-bandara besar lainnya," tambahnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, pembangunan data center juga harus mempertimbangkan berbagai aspek termasuk belanja modal dan pasar yang dituju, apakah data center sebatas hanya diperuntukkan untuk melayani stakeholder di bandara atau bisa juga untuk pihak lainnya.
 
"Yang jelas, prospek di industri data akan sangat besar ke depan. AP II memiliki Angkasa Pura Sarana Digital yang diharapkan mampu menjadi key player dalam mendukung transformasi digital di bandara dan meraih potensi pasar data center," tutur Awaluddin.
 
Sementara Staf Khusus Menteri Kominfo Ahmad M. Ramli menyampaikan prospek bisnis data center diperkirakan tumbuh rata-rata sekitar 20 persen per tahun. "Dari referensi dan praktik di lapangan, maka pertumbuhan rata-rata sekitar 20 persen per tahun," jelasnya.
 
Ramli menuturkan, penyedia data center harus memperhatikan enam hal yakni kualitas layanan (quality of service), perlindungan data (data protection), keamanan (security), kapasitas (capacity), efisiensi (efficiency), serta kepatuhan terhadap regulasi (compliance).
 
Baca juga: AP I Catat Pertumbuhan Penumpang hingga 95%

 
Di tempat yang sama, Plt. Direktur Utama APSD Ferdian Agustiana mengatakan pembangunan infrastruktur data center di Bandara Soekarno-Hatta tengah menjadi rencana serius.
 
"Bandara sebagai ruang publik juga harus memanfaatkan media digital untuk membantu meningkatkan kualitas pelayanan, kami melihat kehadiran data center dapat menjadi solusi yang tepat dalam pemenuhan kebutuhan digital di ruang publik dan memperkuat implementasi smart airport," ujar Ferdian.
 
Dia menuturkan, Bandara Internasional Soekarno-Hatta diharapkan dapat menjadi role model dalam realisasi smart airport yang diperkuat dengan adanya infrastruktur data center. Adapun saat ini telah dipetakan lokasi yang tepat untuk pembangunan data center di dalam kawasan Bandara Soekarno-Hatta.
 
Sementara itu, para panelis menuturkan bahwa pembangunan data center juga harus memperhatikan keberlanjutan (sustainability). "Sustainability bukan hanya power (energi untuk data center), tapi ada tiga hal. Pertama, melakukan dekarbonisasi, kami untuk power di office kami menggunakan solar panel, lalu zero water di mana sebisa mungkin tidak ada pemborosan air (dalam operasional data center), dan ketiga adalah zero waste," terang CEO NeutraDC Andrew Th. A.F.
 
*Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id*
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif