Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo (kiri) menerima audiensi Bupati Kabupaten Batu Bara Zahir (Foto:Dok.LPDB-KUMKM)
Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo (kiri) menerima audiensi Bupati Kabupaten Batu Bara Zahir (Foto:Dok.LPDB-KUMKM)

LPDB-KUMKM Dukung Pengembangan Komoditas Pertanian Kabupaten Batu Bara

Ekonomi pertanian komoditas UMKM LPDB-KUMKM UMKM Indonesia
Rosa Anggreati • 15 April 2022 22:42
Jakarta: Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) siap mendukung pengembangan ekosistem komoditas pertanian cabai merah melalui koperasi di Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara.
 
"Ini bagus karena ada komitmen dari pemerintah daerah bahwa sebenarnya kalau sudah jalan bisnis ini, sudah matching dan ekosistemnya jalan, mereka tidak ragu lagi untuk mengeluarkan APBD-nya untuk membuat pabriknya, yang istilahnya factory sharing, jadi dia akan berjalan (ekosistem)," ujar Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo saat menerima audiensi Bupati Kabupaten Batu Bara Zahir bersama Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Batu Bara Arif Hanafiah di Kantor LPDB-KUMKM, Jakarta, Rabu, 13 April 2022.
 
Pemerintah Daerah Kabupaten Batu Bara mendukung ekosistem komoditas cabai dengan mengucurkan dana APBD untuk pembangunan pabrik pengolahan cabai. Sementara, LPDB-KUMKM bisa masuk kepada kebutuhan modal kerja dari koperasi yang menaungi para petani cabai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"LPDB-KUMKM akan masuk dari sisi working capital atau modal kerja. Memang yang terjadi di Kabupaten Batu Bara ini supply chain bagus, tetapi di hilirnya belum bagus," kata Supomo.
 
LPDB-KUMKM dalam memberikan pembiayaan dana bergulir harus memastikan pembiayaan tersebut sesuai prinsip Trisukses LPDB, yakni tepat penyaluran, tepat pengembalian, dan tepat pemanfaatan.
 
"Kami dalam memberikan pembiayaan harus ada analisa bisnisnya yang jelas dan lengkap, mulai dari tahap produksi, off taker (penjamin komoditas hasil pertanian), hingga para pengurus koperasinya. Jadi, kami jelas untuk memberikan pembiayaan ini. Dan ini, ayo kita kolaborasikan bersama," ucap Supomo tegas.


Factory Sharing Komoditas Cabai


Saat ini, Kabupaten Batu Bara merupakan wilayah sentra produksi cabai merah terbesar di Provinsi Sumatera Utara, setelah Kabupaten Karo.
 
"Kami bangun klaster bersama cabai merah karena ini pengaruh utama terhadap inflasi. Saya mengharapkan koperasi di wilayah kami bisa mendapatkan permodalan dari LPDB-KUMKM," kata Bupati Kabupaten Batu Bara Zahir.
 
Selain untuk pengendalian laju inflasi, pengembangan factory sharing juga dalam rangka membebaskan para petani cabai dari jerat tengkulak yang cenderung dominan memainkan harga cabai saat panen raya, sekaligus memberikan permodalan dengan bunga tinggi.
 
"Ini juga merupakan cara sebagai upaya melepaskan petani dari jerat tengkulak. Kami butuh pendampingan dari sisi pembeli atau market dari LPDB-KUMKM. Ketika semua sudah inline dari hulu ke hilir, LPDB-KUMKM bisa masuk memberikan pembiayaan kepada koperasi," kata Zahir.
 
Zahir berharap melalui audiensi dengan LPDB-KUMKM akan memberikan sinergi program komoditas pertanian yang lebih baik dan berkembang.
 
"Kami berharap pembinaan terhadap pencari buyer. Jadi nanti ditemukan siapa off taker, kita punya jenis produk pertanian cabai merah, dan kita minta pendampingan dari LPDB-KUMKM untuk mencari siapa off taker-nya, sehingga nanti bukan hanya untuk Kabupaten Batu Bara tetapi juga di Provinsi Sumatera Utara,” kata Zahir.
 
(ROS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif