RUPSLB Telkom. Foto: Telkom
RUPSLB Telkom. Foto: Telkom

Telkom Raup Rp113,5 Triliun, Bisnis Data Center dan Digital Jadi Andalan

Annisa ayu artanti • 03 November 2026 12:49
Ringkasnya gini..
  • Pendapatan meningkat 3,5% YoY, EBITDA tumbuh 2,0% YoY, dan laba bersih normalisasi naik 3,9% YoY.
  • Monetisasi seluler berlanjut, dengan ARPU Telkomsel meningkat 7,1% YoY menjadi Rp45.400.
  • Pendapatan eksternal B2B Infrastructure, B2B ICT, dan International tumbuh masing-masing 5,5%, 3,1%, dan 5,8% YoY.
Jakarta: PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) membukukan pendapatan konsolidasi Rp113,5 triliun hingga kuartal III 2026. Angka tersebut tumbuh 3,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ditopang peningkatan bisnis data, internet, dan layanan teknologi informasi.

Di tengah persaingan industri telekomunikasi dan kebutuhan infrastruktur digital yang terus meningkat, Telkom juga mencatatkan EBITDA Rp55,5 triliun atau naik 2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Sementara itu, laba bersih perseroan mencapai Rp14,4 triliun dengan margin 12,7 persen.

Jika menggunakan perhitungan laba bersih normalisasi, kinerja Telkom tercatat lebih tinggi, yakni Rp16,5 triliun atau tumbuh 3,9 persen YoY dengan margin 14,6 persen.

Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno mengatakan perseroan terus menjalankan transformasi melalui strategi TLKM 30 dengan fokus memperkuat bisnis inti dan meningkatkan nilai perusahaan dalam jangka panjang.

“Transformasi yang kami jalankan berfokus pada pertumbuhan sekaligus penguatan fundamental bisnis untuk jangka panjang. Kami melihat konsumsi masyarakat terhadap layanan data terus meningkat, seiring kebutuhan akan layanan digital yang semakin andal. Tren ini merupakan peluang bagi TelkomGroup untuk terus mengembangkan bisnis sekaligus meningkatkan nilai dari kapabilitas konektivitas dan infrastruktur yang dimiliki. Karena itu, kami terus menyiapkan bisnis yang lebih adaptif dan terintegrasi agar mampu menangkap peluang industri digital ke depan,” ujar Nanang dalam keterangan tertulis, Selasa, 3 November 2026.

Bisnis data, internet, dan IT tumbuh 8,3%


Salah satu penopang pendapatan Telkom berasal dari bisnis Data, Internet & IT Services. Segmen ini membukukan pendapatan Rp71,5 triliun atau tumbuh 8,3 persen YoY.

Secara keseluruhan, empat segmen bisnis utama Telkom mencatatkan pertumbuhan positif. Pada segmen B2C yang mencakup layanan mobile dan fixed broadband, pendapatan mencapai Rp81,6 triliun atau naik 3,5 persen YoY.

Di sisi layanan seluler, Telkomsel membukukan pendapatan Rp82,9 triliun, tumbuh 1,8 persen YoY. Bisnis digital menjadi kontributor utama dengan pendapatan Rp60,7 triliun atau meningkat 7,7 persen.
 

Peningkatan tersebut didukung strategi pengelolaan nilai pelanggan, penyederhanaan produk, dan penguatan monetisasi layanan digital. Rata-rata pendapatan per pengguna atau average revenue per user (ARPU) seluler Telkomsel naik 7,1 persen menjadi Rp45.400. Sementara itu, data yield meningkat 6,5 persen YoY.

Untuk layanan internet rumah, pendapatan IndiHome tercatat Rp19,1 triliun. Meski perseroan melakukan penataan basis pelanggan, sejumlah indikator menunjukkan perbaikan secara kuartalan. Jumlah pelanggan IndiHome pada kuartal III 2026 meningkat 1,2 persen dibandingkan kuartal sebelumnya menjadi 9,63 juta pelanggan. ARPU juga naik 3,2 persen secara kuartalan menjadi Rp217.700.

Bisnis data center tumbuh 17%, NeutraDC bidik kapasitas 1 GW


Kebutuhan infrastruktur digital, termasuk untuk mendukung komputasi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), turut membuka peluang pertumbuhan bisnis data center TelkomGroup.

NeutraDC mencatatkan pendapatan Rp1,39 triliun hingga September 2026, meningkat 17 persen YoY. EBITDA perusahaan juga tumbuh 35 persen dengan margin EBITDA mencapai 40,9 persen.

Pertumbuhan tersebut didukung kontribusi fasilitas data center di Singapura dan Cikarang, serta peningkatan kebutuhan pelanggan terhadap layanan Neutra Compute.

Ke depan, NeutraDC menargetkan pengembangan kapasitas data center hingga 400 megawatt (MW), dengan aspirasi jangka panjang mencapai 1 gigawatt (GW). Untuk mendukung rencana tersebut, TelkomGroup tengah menjajaki kemitraan strategis guna memperkuat kemampuan teknis, akses pasar, dan pendanaan.

Selain data center, bisnis infrastruktur menara dan konektivitas juga mencatat pertumbuhan. Pada segmen B2B Infrastructure, pendapatan mencapai Rp7,1 triliun atau naik 5,5 persen YoY.

Mitratel membukukan pendapatan dari bisnis menara telekomunikasi dan fiber to the tower (FTTT) sebesar Rp7,01 triliun, tumbuh 1,8 persen YoY. EBITDA tercatat Rp5,81 triliun, sedangkan laba bersih mencapai Rp1,55 triliun.

Segmen B2B ICT dan internasional ikut tumbuh


Segmen B2B ICT membukukan pendapatan Rp11,2 triliun atau meningkat 3,1 persen YoY. Pertumbuhan terutama ditopang bisnis usaha kecil dan menengah (small and medium enterprises/SME) yang mencatatkan kenaikan pendapatan 10,2 persen menjadi Rp3,3 triliun.

Jumlah pelanggan Indibiz juga meningkat 10,9 persen YoY menjadi 771,1 ribu pelanggan. Sementara itu, bisnis konektivitas High-Speed Internet (HSI) Telkom Solution tumbuh 6,2 persen.

Di segmen International, pendapatan Telkom meningkat 5,8 persen YoY menjadi Rp8,9 triliun. Salah satu pendorongnya adalah pertumbuhan pendapatan jaringan sebesar 50,2 persen menjadi Rp1,37 triliun.

Telin terus memperluas konektivitas internasional melalui pengembangan jaringan kabel laut. Salah satunya proyek ICE 1 yang telah mendarat di Batam pada Juli 2026, serta proyek INSICA yang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV 2026.

Pengembangan infrastruktur tersebut turut mendukung upaya menjadikan Batam sebagai hub kabel laut yang terintegrasi dengan fasilitas data center NeutraDC.

“Pertumbuhan bisnis konektivitas internasional, termasuk pengembangan jaringan kabel laut dan hub Batam, menjadi bagian dari upaya TelkomGroup memperkuat infrastruktur digital Indonesia. Kami ingin memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga memiliki peran strategis dalam ekosistem konektivitas regional dan global,” tambah Nanang.

Telkom rampungkan penataan 14 entitas lewat transformasi TLKM 30


Di tengah pertumbuhan bisnis, Telkom juga mempercepat transformasi perusahaan melalui strategi TLKM 30. Program ini memiliki empat pilar utama, yaitu Operational & Service Excellence, Streamlining, Unlock Value, dan Modus-operandi Shift.

Salah satu fokusnya adalah menyederhanakan struktur perusahaan dan memusatkan portofolio pada bisnis inti. Hingga kuartal III 2026, Telkom telah merampungkan penataan 14 entitas yang terdiri dari divestasi tiga entitas, penutupan sembilan entitas, dan penggabungan dua entitas.

“Melalui TLKM 30, kami terus menjalankan transformasi di seluruh lini bisnis TelkomGroup, dengan streamlining sebagai prioritas utama tahun ini. Penataan portofolio dan penyelarasan peran antarentitas menjadi langkah penting untuk membawa TelkomGroup menjadi organisasi yang lebih lean, simple, dan agile, serta semakin fokus pada bisnis yang mampu menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan bagi perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Dari sisi investasi, TelkomGroup merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp15,7 triliun dengan rasio capex terhadap pendapatan sebesar 13,8 persen. Sebanyak 94,3 persen belanja modal dialokasikan untuk segmen B2C dan B2B Infrastructure guna memperkuat kapabilitas konektivitas digital.

Sementara itu, pada pilar Unlock Value, Telkom telah merampungkan pemisahan aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia pada 30 September 2026.

Melalui langkah tersebut, lebih dari 90 persen aset jaringan TelkomGroup dikonsolidasikan ke InfraNexia. Infrastruktur ini akan dikembangkan dengan model bisnis carrier-neutral dan open-access, sehingga dapat dimanfaatkan secara lebih optimal serta membuka peluang komersialisasi dan kemitraan strategis.

“Kami optimistis dapat menutup tahun 2026 dengan kinerja yang semakin solid dan prima. Sejalan dengan itu, TelkomGroup akan terus meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan customer experience terbaik, sehingga setiap inovasi dan kapabilitas yang kami kembangkan dapat memberikan manfaat secara maksimal bagi pelanggan dan masyarakat,” tutup Nanang.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan