Danantara. Foto: Istimewa.
Danantara. Foto: Istimewa.

Danantara Buka Peluang IPO Sejumlah BUMN, Pegadaian hingga Pelindo Masuk Radar

Arif Wicaksono • 06 Agustus 2026 13:01

Jakarta: Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) mulai memetakan sejumlah perusahaan pelat merah yang dinilai siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini menjadi bagian dari strategi transformasi BUMN sekaligus memperluas akses pendanaan melalui pasar modal.

Baca Juga: Danantara Jajaki Kemitraan Strategis Energi dengan Petrovietnam, Bidik Penguatan Investasi Regional
 

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengungkapkan ada beberapa BUMN dengan fundamental kuat yang memiliki peluang besar untuk melakukan Initial Public Offering (IPO). Di antaranya PT Pegadaian, PT Pupuk Indonesia, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), dan PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports).

Menurut Dony, masih banyak perusahaan milik negara yang memiliki skala bisnis dan potensi kapitalisasi pasar yang menarik sehingga layak dipertimbangkan untuk menjadi perusahaan terbuka.

Ia menjelaskan, rencana tersebut merupakan bagian dari peta jalan transformasi BUMN dalam lima tahun ke depan. Bersama Kementerian Keuangan, Danantara akan menentukan strategi terbaik bagi masing-masing perusahaan, apakah lebih tepat menggandeng mitra strategis, melakukan IPO, atau tetap beroperasi sebagai perusahaan tertutup.

"Setiap BUMN akan dievaluasi sesuai karakteristik dan kebutuhan bisnisnya. Keputusan akhir tetap mempertimbangkan kepentingan negara sebagai pemegang saham," ujar Dony dikutip dari Metrotvnews.

Danantara menyiapkan tahapan transformasi BUMN yang akan dijalankan secara bertahap selama lima tahun.

Pada fase pertama, fokus diarahkan pada penyelarasan visi perusahaan, konsolidasi bisnis, serta restrukturisasi agar operasional menjadi lebih efisien. Tahun kedua akan difokuskan pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan pembentukan budaya kerja yang lebih adaptif.

Memasuki tahun ketiga, transformasi akan diarahkan pada percepatan inovasi, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan daya saing perusahaan. Selanjutnya, tahun keempat difokuskan pada penciptaan nilai tambah bagi perusahaan, sebelum akhirnya memasuki fase akselerasi pertumbuhan laba pada tahun kelima.

Dony menilai semakin banyak BUMN yang tercatat di BEI akan membawa manfaat bagi perekonomian nasional. Selain membuka sumber pendanaan baru bagi perusahaan, kehadiran emiten-emiten besar juga diyakini dapat meningkatkan kedalaman pasar modal Indonesia dan memperbesar kapitalisasi pasar domestik.


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan