Pembangunan Jembatan Dona di Aceh Tenggara. Dok. Satgas PRR/Kementerian PU
Pembangunan Jembatan Dona di Aceh Tenggara. Dok. Satgas PRR/Kementerian PU

Pembangunan Capai 49 Persen, Jembatan Pantai Dona Segera Buka Kembali Akses Warga Aceh Tenggara

Annisa ayu artanti • 29 Agustus 2026 14:37
Ringkasnya gini..
  • Pembangunan Jembatan Pantai Dona Aceh Tenggara mencapai 49 persen dan ditargetkan bisa digunakan pada Desember 2026.
  • Jembatan sepanjang 200 meter ini dibangun kembali dengan nilai proyek Rp225 miliar setelah terputus akibat bencana.
  • Konstruksi Jembatan Pantai Dona diperkuat untuk menghadapi risiko banjir dan longsor yang menjadi tantangan di lokasi proyek.
Jakarta: Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh mempercepat pembangunan kembali Jembatan Pantai Dona di Kabupaten Aceh Tenggara. Progres pekerjaan telah mencapai 49 persen dan jembatan ditargetkan dapat digunakan masyarakat pada Desember 2026.
 
Jembatan rangka baja sepanjang 200 meter tersebut menjadi akses penting bagi mobilitas masyarakat antarkecamatan di Aceh Tenggara. Pembangunannya dilakukan setelah jembatan terdahulu terputus akibat bencana hidrometeorologi pada November 2025 sehingga mengganggu pergerakan warga dan kegiatan ekonomi setempat.
 
Manajer Proyek PT Adhi Karya Asep Sulistiyono mengatakan konstruksi dirancang lebih tangguh untuk menghadapi risiko banjir dan longsor. Jembatan dilengkapi soldier pile atau struktur penahan tanah sedalam 30 meter dan dirancang mampu menahan beban hingga 25 ton.

Untuk mengejar target penyelesaian, pekerjaan dilakukan dalam dua giliran dengan melibatkan sekitar 92 tenaga kerja. Pelaksanaan konstruksi juga didukung tiga unit crane, satu alat bor, tiga mobil pengaduk beton, dan satu pompa beton.
 
“Jumlah pekerja hampir 92 orang dan kami menerapkan dua shift. Untuk peralatan, terdapat tiga unit crane, satu alat bor, tiga mobil molen, dan satu pompa beton,” kata Asep dalam keterangan tertulis, Sabtu, 29 Agustus 2026.
 
Baca juga: Dari Sumatra hingga NTT, Dody Hanggodo Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Pekerjaan menghadapi tantangan berupa kondisi tanah berbutir yang rentan terhadap gerusan air. Curah hujan di kawasan tersebut juga dapat menyebabkan kenaikan debit sungai secara tiba-tiba sehingga kondisi cuaca dan aliran air terus dipantau selama proses konstruksi.
 
“Kalau terjadi hujan, banjir bisa datang secara tiba-tiba. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan teknis yang harus kami antisipasi,” ujar Asep.
 
Proyek senilai Rp225 miliar yang bersumber dari Bendahara Umum Negara tersebut ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026. Penambahan tenaga kerja dan alat berat dilakukan untuk menjaga pekerjaan tetap berjalan sesuai jadwal.
 
“Kami optimistis Desember jembatan ini sudah bisa digunakan,” kata Asep.
 
Pembangunan Jembatan Pantai Dona merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto saat meninjau penanganan darurat pascabencana. Pejabat Pembuat Komitmen 3.5 BPJN Aceh Jaya Yuliadi mengatakan panjang jembatan ditambah dari rencana awal 100 meter menjadi 200 meter setelah banjir menyebabkan alur sungai melebar dari sisi hulu.
 
Perwakilan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera dari Kementerian Dalam Negeri, Imran, mengatakan pembangunan jembatan perlu diikuti penataan kawasan di sekitarnya oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara. Kolaborasi diperlukan karena Jembatan Pantai Dona merupakan aset pemerintah daerah.
 
“BPJN telah membangun jembatannya. Penataan kawasan di sekitarnya perlu ditindaklanjuti pemerintah daerah karena ini merupakan jembatan daerah,” kata Imran.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan