Gedung Pertamina. Foto: Dokumen Pertamina
Gedung Pertamina. Foto: Dokumen Pertamina

Pertamina Lampaui Target Emisi 2026, Bisnis Rendah Karbon Juga Capai 101%

Annisa ayu artanti • 23 September 2026 08:49
Ringkasnya gini..
  • Dekarbonisasi Pertamina Group mencapai 118% dari target RKAP 2026 sepanjang semester I atau Januari-Juni.
  • Bisnis rendah karbon Pertamina mencapai 101% target, sementara tata kelola mencatat capaian 102%.
  • Penjualan biogasoline Pertamina mencapai 23.280 KL pada semester I 2026, dengan campuran 5% bioetanol pada RON 95.
Jakarta: Belum genap setahun berjalan, PT Pertamina (Persero) mencatat capaian pengurangan emisi yang sudah melampaui target tahunannya. 

Sepanjang semester I 2026 atau Januari-Juni, program dekarbonisasi Pertamina Group mencapai 118% dari target yang ditetapkan dalam RKAP 2026.

Capaian tersebut menjadi bagian dari strategi Environmental, Social, and Governance (ESG) Pertamina yang mencakup pengurangan emisi, pengembangan bisnis rendah karbon, hingga penguatan tata kelola perusahaan.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan dekarbonisasi juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada 2060.

“Sebagai perusahaan energi kelas dunia, Pertamina berkomitmen menjalankan ESG sesuai dengan standar dunia. Dekarbonisasi Pertamina juga merupakan komitmen Perusahaan menjalankan target Pemerintah mencapai NZE pada tahun 2060,” ujar Baron dalam keterangan tertulis, Rabu, 23 September 2026.

Bisnis Rendah Karbon Pertamina Capai 101%

Selain dekarbonisasi, lanjut Baron, Pertamina juga konsisten mengembangkan bisnis rendah karbon (Low Carbon Business) sebagai bagian dari implementasi ESG. 

Sepanjang Januari-Juni 2026, kinerja bisnis rendah karbon Pertamina mencapai 101% atau di atas target RKAP 2026. Keberhasilan ini menunjukkan kinerja solid dalam mendorong inisiatif pengembangan energi rendah karbon.

“Pencapaian ini didukung oleh beberapa program utama seperti bioethanol, biofuel, dan efisiensi energi yang mampu melampaui target yang telah ditetapkan,” ujar Baron.
 
Program ESG lainnya yang dijalankan Pertamina mulai dari sustainable procurement, sustainability budget tagging, serta program pemberdayaan masyarakat juga menunjukkan kinerja positif. Secara keseluruhan kinerja dalam tata Kelola ini berhasil melampaui target mencapai 102 persen.

“Keberhasilan ini mencerminkan pelaksanaan program yang efektif terutama pada aspek tata kelola, sosial, dan sistem pendukung keberlanjutan,” terang Baron.

Baron menegaskan, keberhasilan Pertamina dalam mengimplementasikan ESG secara terintegrasi telah mengokohkan kembali Pertamina sebagai perusahaan peringkat ESG nomor 1 dunia untuk Sub-Industri Integrated Oil and Gas.

Pada penilaian Carbon Disclosure Project (CDP), Pertamina memperoleh skor B untuk kategori perubahan iklim dan A- untuk keamanan air. Dari sisi tata kelola, Pertamina mencatat skor Good Corporate Governance (GCG) tahun 2025 sebesar 97,14 persen dengan kategori “Sangat Baik”.

“Berbagai capaian tersebut menjadi dorongan bagi Pertamina untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola perusahaan. Bagi Pertamina, keberlanjutan dan prinsip ESG menghasilkan dampak nyata bagi lingkungan, masyarakat, dan keberlanjutan bisnis,” kata Baron.

Baron melanjutkan, dalam pengembangan bisnis rendah karbon, Pertamina terus mendorong pemanfaatan Sustainable Aviation Fuel (SAF), biogasoline, biodiesel, dan pembangkit energi rendah karbon. Pada pengembangan SAF, Pertamina menargetkan volume pengangkatan sebesar 27.000 kiloliter (KL) dan penjualan 6.000 KL pada 2026.

Penjualan Biogasoline Capai 23.280 KL

Pertamina turut mengembangkan biogasoline melalui pencampuran bioetanol sebesar lima persen pada bensin RON 95. Pada periode Januari hingga Juni 2026, realisasi penjualan biogasoline tercatat sebesar 23.280 KL.

Selain itu, keberlanjutan Pertamina juga selaras dengan perkembangan regulasi, transformasi portofolio menuju energi hijau, serta aksi korporasi perusahaan.

Pencapaian tersebut telah mengantarkan Pertamina sebagai perusahaan pelopor transisi energi hijau di Indonesia. Pada ajang KESGI Award 2026 yang diselenggarakan oleh Katadata ESG Sustainability Insight (KESGI) di Sudirman Hall, Jakarta, Kamis, 17 September 2026.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan