NPCT1. Foto: Istimewa.
NPCT1. Foto: Istimewa.

10 Tahun New Priok Container Terminal One Perkuat Strategi Operasional hingga Transformasi Digital

Arif Wicaksono • 28 Oktober 2026 06:48
Ringkasnya gini..
  • New Priok Container Terminal One (NPCT1), bagian dari Pelindo Group, memperkuat strategi bisnis melalui peningkatan kapasitas operasional, perluasan konektivitas pelayaran, transformasi digital, dan elektrifikasi peralatan
  • Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga daya saing sekaligus mendukung kelancaran arus perdagangan dan logistik Indonesia setelah satu dekade beroperasi.
Jakarta: New Priok Container Terminal One (NPCT1), bagian dari Pelindo Group, memperkuat strategi bisnis melalui peningkatan kapasitas operasional, perluasan konektivitas pelayaran, transformasi digital, dan elektrifikasi peralatan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga daya saing sekaligus mendukung kelancaran arus perdagangan dan logistik Indonesia setelah satu dekade beroperasi.

Sejak mulai beroperasi pada Agustus 2016, NPCT1 telah menangani sekitar 11 juta twenty-foot equivalent units (TEUs) secara kumulatif hingga September 2026. Pencapaian ini mencerminkan pertumbuhan aktivitas terminal yang beroperasi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
 

Dalam periode Januari hingga September 2026, NPCT1 mencatat throughput sebesar 1.243.951,75 TEUs, meningkat 8 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 1.155.159,5 TEUs. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan bisnis perusahaan di tengah kebutuhan layanan logistik yang terus meningkat.

Direktur NPCT1 Abdul Azis mengatakan, selama 10 tahun terakhir perusahaan secara konsisten mengembangkan kapabilitas terminal untuk merespons dinamika operasional dan kebutuhan pelanggan. Strategi tersebut dijalankan melalui peningkatan proses kerja, penguatan infrastruktur, pemanfaatan teknologi digital, serta penerapan operasional yang lebih berkelanjutan.

"Kami meningkatkan proses operasional, menghadirkan solusi digital, menambah armada peralatan operasional, serta mempercepat penerapan peralatan dan infrastruktur yang semakin berkelanjutan. Berbagai pengembangan tersebut mendukung NPCT1 dalam menangani lebih dari 11 juta TEUs sejak 2016, dengan tetap memberikan perhatian kuat terhadap efisiensi operasional, kebutuhan customer, keandalan layanan, dan keselamatan," ujar Azis dalam keteranganya. 

Perkuat Kapasitas dan Efisiensi Operasional

Salah satu strategi utama NPCT1 adalah memperkuat kapasitas dan efisiensi operasional untuk mengantisipasi pertumbuhan arus peti kemas. Perusahaan mengembangkan sistem perencanaan lapangan, pengelolaan arus truk, serta pengaturan kegiatan bongkar muat guna menjaga produktivitas terminal.

Dalam pengelolaan lapangan, NPCT1 menggunakan Yard Planning Monitoring Dashboard untuk memantau tingkat utilisasi yard dan kinerja perencanaan secara berkelanjutan. Sistem tersebut membantu tim operasional mengoptimalkan kapasitas penyimpanan, memperlancar pergerakan peti kemas, serta mendukung efisiensi kegiatan kapal dan operasional di sisi darat.

Perusahaan juga menerapkan Truck Booking System (TBS) dan pengelolaan gate pass untuk mengatur kedatangan truk kontainer. Strategi ini ditujukan untuk menyeimbangkan arus penerimaan dan pengeluaran peti kemas, menjaga kelancaran aktivitas di gerbang terminal, serta meminimalkan potensi kepadatan lalu lintas pada periode puncak.

Selain itu, NPCT1 mengoptimalkan aktivitas backload dan pengaturan bongkar muat untuk mendukung produktivitas kapal. Pendekatan ini membantu menjaga kinerja pelayanan kapal, mengelola penggunaan dermaga, dan mempertahankan kelancaran operasional ketika permintaan meningkat.

Penguatan kapasitas tersebut juga tercermin dari perkembangan armada peralatan terminal. Jumlah quay crane meningkat dari delapan unit pada 2016 menjadi sembilan unit pada 2026. Sementara itu, jumlah rubber-tyred gantry (RTG) bertambah dari 20 unit menjadi 29 unit, dan prime mover meningkat dari 44 unit menjadi 51 unit.

Melalui pengembangan tersebut, NPCT1 menargetkan operasional terminal yang semakin efisien dan andal, sejalan dengan kebutuhan pengguna jasa serta pertumbuhan aktivitas perdagangan.

Perluas Konektivitas dan Tingkatkan Layanan Pelanggan

Di sisi komersial, NPCT1 memperluas konektivitas pelayaran untuk memperkuat peran terminal dalam jaringan perdagangan internasional. Dari semula melayani empat perusahaan pelayaran ketika mulai beroperasi pada 2016, kini NPCT1 terhubung dengan jaringan perusahaan pelayaran yang lebih luas dan menghubungkan terminal dengan 30 pelabuhan utama di berbagai rute perdagangan Asia, Amerika Serikat, dan Eropa.

Perluasan konektivitas tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mendukung kelancaran arus barang dan memperkuat akses pengguna jasa terhadap jaringan logistik global.

NPCT1 juga mengembangkan layanan digital untuk menyederhanakan proses transaksi dan meningkatkan kemudahan bagi pelanggan. Perusahaan memperkenalkan Express Container Online System (ECON), platform digital billing yang membantu beneficial cargo owner dan freight forwarder mengelola gate pass, transaksi penagihan, serta kebutuhan operasional lainnya. Layanan ini kemudian dikembangkan melalui ECON+ pada 2024.

Pada 2022, NPCT1 menerapkan SAFE Pay sebagai solusi pembayaran digital untuk mendukung transaksi yang lebih cepat dan transparan. Selanjutnya, pada 2024, perusahaan memperkenalkan sistem Dual Cycle yang memungkinkan truk mengantarkan peti kemas ekspor ke terminal sekaligus mengambil peti kemas impor dalam perjalanan yang sama.

Skema Dual Cycle dirancang untuk meningkatkan utilisasi truk dan membantu menekan biaya logistik melalui pengurangan perjalanan tanpa muatan. Inisiatif ini sekaligus menunjukkan upaya perusahaan untuk meningkatkan efisiensi bukan hanya di dalam terminal, tetapi juga pada pergerakan logistik yang terhubung dengan terminal.

Pada awal 2026, NPCT1 turut memperkenalkan layanan Customer Care melalui telepon, email, dan WhatsApp. Kanal tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dengan pelanggan dan menyediakan akses layanan yang lebih mudah.

Dorong Efisiensi Energi dan Operasional Berkelanjutan

Strategi pengembangan NPCT1 juga diarahkan pada keberlanjutan melalui efisiensi energi, pengurangan emisi, dan elektrifikasi peralatan. Perusahaan secara bertahap mengembangkan infrastruktur dan peralatan yang mendukung operasional terminal dengan konsumsi energi dan emisi yang lebih rendah.

Pada 2019, NPCT1 menambahkan empat unit RTG bertenaga listrik. Perusahaan kemudian menerapkan fase pertama pengembangan solar photovoltaic (PV) pada 2024 dengan kapasitas 610 kilowatt-peak (kWp). Sistem tersebut diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon hingga 584 ton per tahun.

Pada 2025, NPCT1 menambah satu unit quay crane elektrik dan lima unit RTG hybrid. Pengembangan tersebut turut mendukung kapasitas operasional terminal hingga 1,5 juta TEUs per tahun.

Program elektrifikasi berlanjut pada Januari 2026 melalui pengalihan tujuh dari total 51 prime mover internal menjadi unit listrik. Langkah ini disebut menjadikan NPCT1 sebagai operator terminal pertama di Jakarta yang melakukan transisi tersebut.

Ke depan, perusahaan tengah mengembangkan solar PV fase kedua yang diproyeksikan dapat mengurangi emisi karbon sekitar 280 ton per tahun. NPCT1 juga berencana menambah dua unit RTG elektrik dan secara bertahap mengonversi 10 unit RTG hybrid menjadi sepenuhnya bertenaga listrik.

Secara keseluruhan, berbagai inisiatif yang direncanakan tersebut diproyeksikan dapat mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 600.000 liter dan menurunkan emisi karbon sekitar 1.000 ton per tahun.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menyelaraskan pertumbuhan kapasitas terminal dengan efisiensi energi dan pengelolaan dampak lingkungan dalam jangka panjang.


Keselamatan dan Kolaborasi Jadi Fondasi Pertumbuhan

Selain kapasitas, layanan, dan keberlanjutan, NPCT1 menempatkan keselamatan sebagai bagian penting dari strategi operasional. Perusahaan terus memperkuat penerapan Health, Safety, Security, Environment (HSSE) melalui peningkatan kesadaran, tanggung jawab bersama, dan keterlibatan aktif personel di seluruh area terminal.

Pendekatan tersebut diarahkan untuk mengintegrasikan keselamatan dengan produktivitas, keandalan layanan, dan keberlangsungan bisnis. Dengan demikian, peningkatan kinerja operasional dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga keselamatan pekerja dan pihak lain yang beraktivitas di lingkungan terminal.

NPCT1 juga memperkuat kolaborasi dengan regulator, otoritas pelabuhan, kepabeanan, asosiasi industri, perusahaan pelayaran, pelanggan, media, serta masyarakat sekitar Kalibaru, Jakarta Utara. Sinergi tersebut diperlukan untuk menyelaraskan kebutuhan operasional dan mendukung kelancaran aktivitas kepelabuhanan.

"Sepuluh tahun perjalanan operasional memberikan kesempatan bagi kami untuk melihat kembali perjalanan yang telah kami lalui bersama seluruh karyawan, customer dan kepercayaan serta dukungan yang terus diberikan, regulator, asosiasi industri, media massa, dan masyarakat di sekitar kami. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus tumbuh secara bertanggung jawab, memperkuat operasional, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan dan para pemangku kepentingan yang telah menjadi bagian dari perjalanan kami," ujar Azis.

Memasuki dekade kedua operasional, penguatan kapasitas, perluasan konektivitas, digitalisasi layanan, dan transformasi menuju operasional yang lebih berkelanjutan menjadi bagian dari arah pengembangan NPCT1. Strategi tersebut diharapkan dapat menjaga keandalan terminal sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap ekosistem logistik dan perdagangan Indonesia.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan