Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia (ketiga dari kiri) didampingi Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Tri Winarno (kiri) dan Direktur Teknologi, Engineer
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia (ketiga dari kiri) didampingi Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Tri Winarno (kiri) dan Direktur Teknologi, Engineer

Mewujudkan Keadilan Sosial, Pemerintah Hadirkan Listrik hingga ke Dusun di Karawang

Annisa ayu artanti • 17 Oktober 2026 18:47

Karawang: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama dengan PT PLN (Persero) terus memperluas akses listrik melalui Program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) guna mendorong pemerataan pembangunan dan memastikan masyarakat di berbagai wilayah dapat menikmati layanan listrik.

 

Menteri ESDM sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia saat meresmikan sambungan listrik BPBL di Dusun Prau Bosok, Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Kamis, 15 Oktober 2026 menegaskan bahwa akses listrik merupakan hak seluruh rakyat Indonesia sesuai pengejawantahan sila kelima Pancasila.

 

"Jadi itu yang pemerintah lakukan, agar semua desa dan dusun wajib untuk mereka mendapatkan hak yang sama, yaitu manfaat pelayanan daripada listrik. Dan listrik ini keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tegas Bahlil dikutip pada Sabtu, 17 Oktober 2026.

 

Program BPBL ini menyediakan instalasi listrik rumah, Sertifikat Laik Operasi (SLO), biaya penyambungan dengan daya 900 VA, serta token listrik perdana senilai Rp100.000 bagi warga tidak mampu.

 

Bahlil juga menambahkan, Lisdes dan BPBL merupakan bagian yang tidak bisa dilepaskan satu sama lain. Lisdes memperluas jangkauan jaringan listrik, sementara BPBL membantu rumah tangga kurang mampu memperoleh sambungan listrik secara gratis.

 

Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PLN, Edwin Nugraha Putra, menegaskan bahwa PLN siap mendukung percepatan pemerataan akses listrik melalui pembangunan infrastruktur dan penyambungan listrik bagi masyarakat.

 

“PLN siap menjalankan amanah pemerintah untuk menghadirkan listrik hingga ke dusun-dusun yang belum terjangkau. Kami terus membangun jaringan dan gardu distribusi agar masyarakat dapat menikmati layanan listrik yang layak,” ujar Edwin.

 

Untuk mendukung realisasi Lisdes di 210 lokasi di Jawa Barat sepanjang 2025, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 46,82 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 182,78 kms, serta gardu distribusi dengan total kapasitas 3.700 kilovolt-ampere (kVA). Seluruh Infrastruktur tersebut melayani 6.392 pelanggan.

 

Sementara itu, pembangunan Lisdes Tahun Anggaran 2025 di Dusun Prau Bosok, Desa Muara Baru, mencakup JTM sepanjang 0,549 kms, JTR sepanjang 0,91 kms, dan satu unit gardu distribusi berkapasitas 50 kVA. Infrastruktur tersebut membuka akses listrik bagi 62 calon pelanggan rumah tangga.

 

Di samping memperluas jaringan, PLN memastikan kesiapan sistem kelistrikan untuk mendukung kebutuhan listrik masyarakat. Sistem kelistrikan Jawa Barat yang terintegrasi dengan Sistem Jawa-Madura-Bali (Jamali) berada dalam kondisi aman dan normal.

 

“Kami juga memastikan proses penyambungan listrik bagi penerima bantuan berjalan lancar, didukung pasokan yang aman dan cadangan daya yang memadai. Dengan begitu, perluasan jaringan melalui Lisdes dan penyambungan listrik melalui BPBL dapat berjalan dengan dukungan sistem kelistrikan yang andal,” imbuh Edwin.

 

Salah satu penerima manfaat BPBL, Ono Taryono, warga Desa Muara Baru, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut. Sebelumnya, ia harus menumpang listrik dari rumah tetangga dengan waktu pemakaian terbatas.

 

“Dulu saya menumpang listrik ke tetangga. Listriknya hanya bisa digunakan mulai pukul 18.00 hingga pagi hari,” ujar Ono.

 

Semenjak adanya sambungan listrik sendiri, kini aktivitas keluarga di rumah menjadi lebih mudah, termasuk kegiatan belajar anak-anak pada malam hari.

 

“Sebelum ada listrik sendiri, anak-anak kesulitan belajar karena kondisi gelap dan mereka juga takut. Sekarang, dengan adanya listrik di rumah, mereka bisa belajar dengan lebih nyaman,” tuturnya.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan