Oleh karena itu, menjadi perintis bisnis bukan sekadar punya ide lalu langsung berjualan. Ada sejumlah persiapan yang perlu dilakukan agar bisnis yang dibangun memiliki fondasi yang kuat dan bisa berkembang.
Dilansir dari laman Forbes pada, Kamis 1 Oktober 2026, berikut lima langkah yang bisa menjadi panduan bagi yang ingin membangun bisnis sendiri dari awal.
1. Riset dan Membuat Perencanaan
Langkah pertama bagi seorang perintis adalah mengetahui bisnis apa yang ingin dibangun dan siapa calon konsumennya. Jangan hanya berangkat dari produk yang dianggap menarik, tetapi cari tahu juga apakah ada kebutuhan pasar yang bisa dijawab.
Setelah menentukan jenis bisnis dan segmentasinya, susun rencana mengenai bagaimana bisnis akan menghasilkan keuntungan secara konsisten. Perencanaan juga perlu mencakup proses peluncuran, pemasaran, pengelolaan operasional, hingga strategi pertumbuhan bisnis.
2. Amankan Pendanaan
Setelah rencana bisnis mulai terbentuk, langkah berikutnya adalah menghitung berapa besar dana yang dibutuhkan untuk memulai dan menjalankan bisnis.
Perhitungkan kebutuhan seperti produksi, operasional, pemasaran, peralatan, hingga biaya yang mungkin muncul sebelum bisnis menghasilkan pendapatan secara stabil. Dari perhitungan tersebut, perintis dapat menentukan sumber pendanaan yang paling sesuai dengan kondisi bisnis.
3. Daftarkan Bisnis Secara Legal
Membangun bisnis dari nol juga berarti membangun identitas usaha. Oleh karena itu, pilih nama bisnis yang unik, mudah diingat, relevan dengan usaha, dan tidak membingungkan calon pelanggan.
Setelah menentukan nama dan bentuk usaha, pastikan bisnis didaftarkan melalui instansi dan sistem perizinan yang sesuai dengan jenis usaha serta wilayah operasional. Legalitas ini penting agar bisnis dapat berjalan secara sah sekaligus memiliki dokumen administrasi, perpajakan, dan hukum yang jelas.
4. Luncurkan dan Jaga Pelanggan Pertama
Setelah persiapan selesai, saatnya bisnis dimulai ke pasar. Pada tahap ini, pelanggan pertama menjadi bagian penting untuk mengetahui apakah produk atau layanan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar. Jangan hanya mengejar jumlah penjualan, tetapi perhatikan juga masukan dari pelanggan.
Perintis juga perlu mengantisipasi berbagai gangguan yang dapat menghambat bisnis, seperti masalah produksi, pemasaran, atau pendanaan. Salah satu caranya adalah membangun sumber pendapatan yang lebih beragam dan memastikan bisnis memiliki waktu yang mampu mendukung operasional.
5. Kembangkan Bisnis Secara Bertahap
Perintis perlunya memecahkan masalah penjualan, melihat produk yang paling diminati, memahami perubahan kebutuhan pelanggan, dan mencari peluang pasar baru. Jika bisnis sudah memiliki fondasi yang cukup kuat, pengembangan dapat dilakukan secara bertahap melalui perluasan produk, perluasan pasar, kolaborasi, atau peningkatan kapasitas produksi.
Dengan demikian, bisnis yang awalnya dibangun dari satu ide dapat berkembang menjadi usaha yang memiliki arah dan peluang untuk bertahan dalam jangka panjang. (Wisa Irena Br Sitepu)