Bandara Soekarno-Hatta. Foto: Istimewa.
Bandara Soekarno-Hatta. Foto: Istimewa.

Tarif Jadi Rp15 Ribu, Transbandara Blok M-Soetta Masih Worth It?

Arif Wicaksono • 09 September 2026 11:42
Ringkasnya gini..
  • Tarif layanan Transbandara rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta resmi ditetapkan sebesar Rp15.000 sekali perjalanan mulai 1 September 2026. Tarif tersebut naik dari sebelumnya Rp3.500 selama masa uji coba.
  • Kenaikan tarif tersebut membuat calon penumpang perlu kembali menghitung pilihan transportasi menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Jakarta: Tarif layanan Transbandara rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta resmi ditetapkan sebesar Rp15.000 sekali perjalanan mulai 1 September 2026. Tarif tersebut naik dari sebelumnya Rp3.500 selama masa uji coba.

Kenaikan tarif tersebut membuat calon penumpang perlu kembali menghitung pilihan transportasi menuju Bandara Soekarno-Hatta. Dengan tarif baru tersebut, apakah Transbandara Blok M-Soetta masih menjadi pilihan yang worth it?
 
Baca juga: InJourney Pastikan 3 Bandara Kembali Beroperasi Usai Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau 
 

Secara harga, layanan ini masih tergolong ekonomis dibandingkan sejumlah alternatif transportasi menuju bandara. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menegaskan penetapan tarif Rp15.000 dilakukan setelah melalui kajian dan evaluasi selama masa uji coba.

Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, menilai tarif Rp15.000 masih cukup kompetitif bagi masyarakat.

Menurut Djoko, layanan Transbandara memiliki karakteristik operasional yang berbeda dengan layanan Transjakarta reguler karena melintasi jalan tol dan kawasan Bandara Soekarno-Hatta.

"Penyesuaian tarif menjadi Rp15.000 merupakan titik temu yang rasional antara efisiensi anggaran daerah dan penyediaan aksesibilitas transportasi bandara yang terjangkau," kata Djoko.

Dari sisi biaya, tarif tersebut masih jauh lebih rendah dibandingkan sejumlah moda transportasi bandara lainnya. Bus pemadu moda komersial seperti Damri berada di kisaran Rp80.000, sedangkan perjalanan menggunakan taksi atau layanan taksi daring dapat mencapai sekitar Rp175.000-Rp200.000, tergantung titik keberangkatan dan kondisi perjalanan.

Dengan selisih harga tersebut, Transbandara bisa menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin menekan biaya perjalanan, khususnya pekerja kawasan bandara maupun penumpang pesawat yang tidak membawa terlalu banyak barang. Namun, harga murah bukan satu-satunya pertimbangan.

Waktu Tempuh Jadi Perhitungan

Waktu perjalanan juga menjadi faktor penting dalam menentukan apakah Transbandara masih layak dipilih. Perjalanan dari Blok M menuju kawasan Bandara Soekarno-Hatta membutuhkan waktu sekitar 60-90 menit dalam kondisi lalu lintas normal.

Durasi tersebut tentu dapat bertambah ketika lalu lintas Jakarta dan akses menuju bandara mengalami kepadatan. Karena itu, penumpang yang menggunakan Transbandara untuk mengejar penerbangan perlu menyediakan waktu tambahan.

Bagi penumpang pesawat, selisih harga yang murah bisa menjadi kurang berarti apabila perjalanan terlalu lama dan berisiko membuat mereka terlambat tiba di terminal.

Selain waktu tempuh, kapasitas bagasi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Penumpang pesawat umumnya membawa koper atau tas dalam jumlah lebih banyak dibandingkan pengguna Transjakarta reguler. Karena itu, kenyamanan membawa barang menjadi faktor penting dalam memilih moda transportasi.

Transbandara tetap dapat menjadi pilihan bagi penumpang dengan barang bawaan yang relatif ringkas. Namun, penumpang dengan banyak koper perlu mempertimbangkan ruang yang tersedia di dalam armada.

Menurut Djoko, aspek tersebut perlu menjadi perhatian karena kenaikan tarif juga akan meningkatkan ekspektasi masyarakat terhadap kualitas layanan.

"Ketika tarif naik, masyarakat tentu akan memiliki ekspektasi lebih tinggi terhadap kenyamanan, ketepatan waktu, kepastian jadwal, dan kapasitas bagasi," ujarnya.

Ada satu hal lain yang perlu diketahui calon penumpang. Transbandara rute Blok M-Soetta tidak berarti penumpang langsung turun di depan terminal keberangkatan pesawat. Perjalanan berakhir di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, sehingga penumpang masih perlu menggunakan layanan transportasi internal bandara untuk menuju terminal yang dituju.

Penumpang dapat melanjutkan perjalanan menggunakan layanan antarterminal yang tersedia di kawasan bandara.  Artinya, calon penumpang perlu memperhitungkan waktu tambahan untuk berpindah moda sebelum tiba di Terminal 1, 2, atau 3.

Bersaing dari Sisi Harga

Meski tarifnya meningkat dibandingkan masa uji coba, posisi Transbandara masih cukup kuat dari sisi harga. Pemerintah DKI sebelumnya menyebut tarif Rp15.000 ditetapkan untuk menjaga keberlanjutan operasional layanan sekaligus tetap memberikan akses transportasi bandara yang terjangkau bagi masyarakat.

Transbandara juga tetap mendapatkan subsidi dari Pemprov DKI Jakarta. Dengan demikian, tarif yang dibayarkan masyarakat tidak sepenuhnya mencerminkan biaya operasional layanan.

Di sisi lain, pemerintah dan Transjakarta juga menjanjikan peningkatan kualitas layanan, termasuk informasi kedatangan bus secara real time melalui aplikasi Transjakarta serta penyediaan Passenger Information System (PIS) di Blok M dan Bandara Soekarno-Hatta.

Dengan tarif Rp15.000, Transbandara Blok M-Soetta masih bisa disebut worth it, terutama bagi penumpang yang menjadikan harga sebagai pertimbangan utama. Biaya perjalanan yang jauh lebih murah dibandingkan taksi dan sejumlah layanan bus bandara komersial membuat moda ini tetap menarik.

Namun, penumpang harus menukar harga murah tersebut dengan waktu perjalanan yang relatif panjang dan kebutuhan untuk melakukan perjalanan lanjutan menuju terminal pesawat.
Karena itu, bagi penumpang yang punya waktu cukup, membawa barang secukupnya, dan ingin menghemat biaya, Transbandara menjadi pilihan yang rasional.

Sebaliknya, bagi penumpang yang mengejar waktu atau membawa banyak barang, moda dengan waktu tempuh dan akses terminal yang lebih praktis bisa menjadi pilihan meski harus membayar lebih mahal.

Djoko menilai keberhasilan tarif baru tersebut pada akhirnya sangat bergantung pada kemampuan operator menjaga kualitas layanan.

"Keberhasilan skema baru ini sangat bergantung pada konsistensi peningkatan mutu layanan, keandalan kapasitas bagasi, serta integrasi antarmoda yang semakin solid di area Bandara Soekarno-Hatta," kata Djoko.

Dengan demikian, Rp15.000 masih tergolong murah untuk perjalanan dari Blok M menuju kawasan Bandara Soekarno-Hatta. Tantangannya kini bukan lagi sekadar menjaga tarif tetap terjangkau, tetapi memastikan layanan yang diterima penumpang benar-benar sepadan dengan harga yang mereka bayarkan.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan