Teknologi fluida dua fasa karya Husni Mubarok - - Foto: dok Pertamina
Teknologi fluida dua fasa karya Husni Mubarok - - Foto: dok Pertamina

Mantap, Pertamina Ciptakan Teknologi Geotermal Pertama Karya Anak Bangsa

Ekonomi Pertamina panas bumi Produk Dalam Negeri HUT ke-76 RI
Suci Sedya Utami • 17 Agustus 2021 13:25
Jakarta: PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) berhasil mengembangkan sistem pengukuran laju alir dua fase atau two phase flow meter sebagai terobosan teknologi geotermal pertama di dunia.
 
Teknologi fluida dua fasa karya Husni Mubarok ini sekaligus menjadi persembahan PGE untuk Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan Indonesia. Adapun produk ini ditargetkan launching dan diproduksi secara komersial pada akhir 2021 atau awal 2022.
 
"Ini hadiah sederhana dari kami untuk negeri," kata Direktur Utama PGE Ahmad Yuniarto dalam keterangan resmi, Selasa, 17 Agustus 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bermula dari penelitian saat mengambil program doktoral di Selandia Baru, Husni mengembangkan sistem pengukuran laju alir dua fase atau two phase flow meter. Teknologi ini berfungsi untuk memastikan data real-time fluida geotermal pada sumur produksi.
 
Dengan begitu, bisa dipastikan performa operational excellence suatu sumur panas bumi sehingga kualitas sumur pun bisa terjaga. Husni mengungkapkan ide ini muncul saat dia menempuh pendidikan di University of Auckland dengan mengidentifikasi persoalan yang terjadi pada sumur geotermal.
 
“Saya melihat belum ada teknologi yang mengukur fluida dua fase geotermal. Selama 3,5 tahun kuliah di Selandia Baru, saya fokus memikirkan bagaimana menciptakan teknologi ini,” kata Husni.
Penelitian Husni mendapat dukungan langsung dari PGE dan pemerintah Selandia Baru. Perusahaan energi di negara itu pun bersedia memfasilitasi penelitian tersebut dengan memberikan fasilitas percobaan di sejumlah sumur mereka.
 
Dari situlah Husni bisa menemukan komposisi yang tepat untuk bisa menghasilkan teknologi mengukur fluida dua fase yang bisa diimplementasikan di sumur geotermal.
 
Lantas apa keunggulan dari teknologi geotermal pertama di dunia ini? Dengan teknologi karya anak bangsa ini, perusahaan geotermal bisa memonitor sumur saat produksi. Perusahaan pun bisa mengatasi potensi masalah di sumur geotermal tanpa mengganggu produksi.
 
“Yang tak kalah penting, staf atau pekerja di bagian produksi bisa memprediksi sumber daya yang ada di lapangan. Alat ini bisa memprediksi berapa lama produktivitas sumur geotermal,” kata Husni.
 
Saat ini, teknologi fluida dua fase ini masih dalam tahap field prototype untuk pengujian operasi di lapangan panas bumi. Jika tahap ini rampung, penggunaannya bisa diterapkan lebih luas lagi.
 
Untuk pelaksanaan pengujian, PT PGE sudah menandatangani kerja sama dengan PT Elnusa Tbk yang juga anak usaha Pertamina. Penandatanganan kerja sama pun telah dilakukan langsung oleh Direktur Utama PGE Ahmad Yuniarto dan Direktur Utama Elnusa Ali Mundakir.
 
"Setelah dilakukan uji operasi, teknologi ini diharapkan dapat digunakan secara luas. Ini juga menjadi kontribusi PGE terhadap pengembangan teknologi geotermal di Indonesia maupun dunia internasional," ujar Ahmad Yuniarto.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif