Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan bahwa desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) bukan ukuran mutlak seseorang miskin atau kaya.
| Baca juga: Inflasi Juni 2025 Terkendali, Tapi Waspadai Efek Krisis Global |
Desil merupakan peringkat relatif tingkat kesejahteraan keluarga dibandingkan keluarga lainnya.
Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, posisi desil menggambarkan posisi relatif sebuah keluarga berdasarkan berbagai kondisi sosial dan ekonomi.
“Desil menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi,” jelas Amalia dikutip dari Infopublik.
Jadi, Desil 1 sampai 10 Artinya Apa?
Sederhananya, keluarga dalam DTSEN diperingkatkan berdasarkan kondisi sosial ekonominya. Setelah itu, keluarga dibagi menjadi 10 kelompok.
Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.
Artinya, jika sebuah keluarga berada di desil 3, keluarga tersebut berada di kelompok ketiga dalam pemeringkatan kesejahteraan relatif. Namun, jangan langsung mengartikan desil 3 sebagai “orang miskin”.
BPS menegaskan bahwa keluarga yang berada dalam desil yang sama belum tentu mempunyai pendapatan, pengeluaran, aset, atau kondisi kehidupan yang persis sama.
Penentuan desil juga tidak dilakukan hanya dengan melihat berapa gaji seseorang. BPS mempertimbangkan berbagai karakteristik sosial ekonomi secara bersamaan. Di antaranya kondisi rumah, sumber air minum, bahan bakar dan energi untuk memasak, kepemilikan aset, daya dan konsumsi listrik, jumlah anggota keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, hingga kondisi disabilitas.
Data tersebut kemudian diolah menggunakan metode statistik Proxy Means Test (PMT) untuk memperkirakan tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan karakteristik yang dapat diamati.Jadi, seseorang dengan penghasilan yang terlihat sama belum tentu memiliki posisi desil yang sama jika kondisi sosial ekonominya berbeda.
Hal lain yang perlu dipahami adalah desil bukan daftar penerima bantuan sosial (bansos). Informasi desil memang dapat digunakan kementerian/lembaga sebagai salah satu dasar untuk menentukan sasaran atau prioritas program. Namun, setiap program pemerintah tetap memiliki kriteria dan ketentuannya sendiri.
Dengan kata lain, masuk desil tertentu tidak otomatis berarti seseorang pasti mendapatkan bansos. Begitu pula sebaliknya, perubahan desil tidak otomatis berarti seseorang langsung mendapatkan atau kehilangan sebuah program bantuan.
Desil Bisa Berubah
Posisi desil juga bukan sesuatu yang permanen. Kondisi sosial ekonomi sebuah keluarga dapat berubah. Posisi relatif keluarga tersebut dibandingkan keluarga lain juga dapat berubah.
Namun, perubahan satu indikator saja tidak otomatis membuat desil berubah. Sebab, pemeringkatan dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai karakteristik secara bersama-sama.
Karena itu, data DTSEN terus diperbarui agar semakin mencerminkan kondisi masyarakat terbaru. Per 10 Juli 2026, DTSEN Versi 3 Tahun 2026 mencakup 290,13 juta record individu dan 95,98 juta record keluarga.
Jika masyarakat menemukan data dirinya atau keluarganya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, pembaruan dapat diajukan melalui sejumlah kanal resmi.
Masyarakat dapat menggunakan Cek Bansos, SIKS-NG melalui operator desa/kelurahan, maupun Cek DTSEN.
Meski begitu, mengajukan pembaruan data tidak berarti posisi desil akan langsung berubah. Informasi tersebut akan menjadi bagian dari proses pemutakhiran dan penghitungan kembali berdasarkan metode yang berlaku.
“BPS bersama kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terus melakukan pemutakhiran untuk menjaga kualitas DTSEN agar semakin mencerminkan kondisi masyarakat,” ujar Amalia.
Jadi, kalau kamu menemukan istilah desil DTSEN, jangan buru-buru menganggap angka tersebut sebagai label “miskin” atau “kaya”.
Desil lebih tepat dipahami sebagai posisi relatif keluarga dalam pemeringkatan kesejahteraan. Angka tersebut digunakan pemerintah sebagai salah satu bahan untuk menentukan sasaran program, bukan sebagai satu-satunya penentu kondisi ekonomi seseorang.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda