Kondisi tersebut membuat kemampuan menyediakan LNG dari dalam negeri menjadi semakin penting. BP BUMN bersama Danantara pun mendorong PT Pertamina (Persero) untuk meningkatkan produksi LNG domestik agar kebutuhan energi nasional tidak semakin bergantung pada impor.
Dorongan tersebut disampaikan dalam pertemuan di Wisma Danantara, Kamis, 10 September 2026. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menilai peningkatan pasokan LNG domestik perlu berjalan seiring dengan naiknya kebutuhan gas nasional.
“Yang paling penting ada progres. Artinya, kalau kebutuhan kita 50 persen, kita sudah bisa suplai dari dalam negeri,” ujar Dony dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 11 September 2026.
Pengembangan Jargas dan CNG
Selain LNG, Pertamina juga tengah mengembangkan jaringan gas (jargas) dan compressed natural gas (CNG) yang akan disalurkan langsung ke rumah-rumah masyarakat.Salah satu skema yang dikembangkan melalui mother station CNG ditargetkan dapat menyalurkan pasokan gas hingga melayani sekitar 12.000 rumah.
Dony mengapresiasi pengembangan jargas dan CNG tersebut yang dinilai dapat memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan ketergantungan Indonesia terhadap LPG impor.
“Ini bisa menurunkan ketergantungan secara signifikan. Kombinasi antara jargas dan CNG ini luar biasa. Dampaknya terhadap kita signifikan, terutama untuk mengurangi impor dan ketergantungan kita terhadap LPG” ujar Dony.
Penguatan produksi LNG dalam negeri serta pengembangan jargas dan CNG menjadi bagian dari langkah strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi domestik.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memperluas akses masyarakat terhadap energi berbasis gas, tetapi juga menekan kebutuhan impor dan memperkuat kemandirian energi nasional.