Mentan Syahrul Yasin Limpo saat meninjau di Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat. (Foto: Dok. Kementan)
Mentan Syahrul Yasin Limpo saat meninjau di Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat. (Foto: Dok. Kementan)

Tiga Agenda Kementan Perbaiki Lahan Pertanian Terdampak Banjir

Ekonomi berita kementan
Gervin Nathaniel Purba • 13 Oktober 2020 09:51
Sukabumi: Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah menyiapkan tiga agenda dalam memperbaiki lahan pertanian terdampak banjir di Kabupaten Sukabumi. Ratusan hektare lahan pertanian terendam akibat banjir badang yang menerjang sejumlah wilayah Sukabumi beberapa waktu lalu.
 
Ketiga agenda tersebut disiapkan untuk mengatasi lahan pertanian terdampak banjir yang mengakibatkan puso di lebih dari 100 hektare (ha) lahan pertanian yang terletak di Kecamatan Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat.
 
"Agenda yang darurat. Kami harus segera bersihkan lahan pertanian yang terdampak, kami perbaiki pematangnya. Agenda kedua, kami dorong petani dapat segera tanam, kami dukung dengan sarana produksi yang memadai, benih, pupuk, dan alat mesin pertanian (alsintan),” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, saat berbincang degan petani korban banjir di Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat, dikutip keterangan tertulis, Selasa, 13 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tiga Agenda Kementan Perbaiki Lahan Pertanian Terdampak Banjir
(Foto: Dok. Kementan)
 
Agenda konkret berikutnya adalah memperbaiki irigasi yang rusak. Dalam jangka panjang dia harapkan para petani dapat segera bangkit di wilayah tersebut, dan membentuk korporasi pertani agar usaha tani dapat berjalan maksimal, seiring dengan meningkatnya kesejahteraan petani.
 
“Baru nanti agenda menengahnya kami perbaiki dulu irigasi. Kami sikapi ini hingga tiga bulan ke depan. Dalam jangka panjang kami dorong korporasi petani. Semoga berbagai perbaikan ini dapat memberi dampak lebih bagi petani," kata Syahrul.
 
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, terdapat 109 ha lahan sawah yang perlu direvitalisasi di Kecamatan Cicurug, dengan 104 ha lahan di antaranya terdampak puso. Dari hasil rekapitulasi Dinas setempat, dibutuhkan bantuan pasca banjir berupa rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pipanisasi, pompanisasi, dan dam parit.
 
Sementara itu, salah satu petani di Kecamatan Cicurug, Asep Asyaro, yang juga Ketua Kelompok Tani Harapan Maju, menyambut baik kehadiran dan bantuan yang diberikan Kementan. Menurutnya, banyak areal sawah yang tertutup bongkahan batu dan pasir yang terbawa akibat banjir bandang yang cukup besar di wilayahnya.
 
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan kehadiran pak Menteri. Semoga kami bisa segera melakukan aktivitas bertani kembali, karena pasca banjir ini, areal sawah kami tidak hanya dipenuhi pasir, tapi bebatuan. Pada kesempatan ini kami juga mohon agar bisa dibantu pupuk pak,” ujar Asep.
 
(ROS)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif