Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli. Foto: Kemenaker
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli. Foto: Kemenaker

Ijazah Saja Tak Cukup, Menaker Ungkap 3 Karakter yang Dibutuhkan Pekerja Masa Kini

Annisa ayu artanti • 05 November 2026 13:52
Ringkasnya gini..
  • Menaker Yassierli menyebut inovasi, system thinking, dan growth mindset sebagai tiga karakter penting SDM menghadapi perubahan dunia kerja.
  • Perkembangan AI, transisi hijau, dan perubahan demografi membuat kebutuhan keterampilan pekerja terus bergeser.
  • Pekerja perlu berani berinisiatif, memahami masalah secara menyeluruh, dan terus belajar mengembangkan kemampuan baru.
Jakarta: Dunia kerja terus berubah. Kehadiran kecerdasan buatan (AI), perkembangan teknologi, hingga transisi menuju ekonomi hijau membuat kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja ikut bergeser. Karena itu, pekerja tidak cukup hanya mengandalkan ijazah atau keahlian yang dimiliki saat ini.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkapkan ada tiga karakter yang perlu dimiliki sumber daya manusia (SDM) Indonesia agar mampu menghadapi perubahan dunia kerja, yakni inovasi, kemampuan berpikir sistem (system thinking), dan pola pikir bertumbuh (growth mindset).

Ketiga karakter tersebut disampaikan Yassierli saat memberikan kuliah umum kepada peserta Program Pengembangan Talenta Muda Danantara melalui Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) di Jakarta, Rabu, 4 Oktober 2026.

Yassierli menjelaskan, dunia kerja terus mengalami perubahan seiring perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), transisi hijau, dan perubahan demografi. 

Perubahan ini tidak hanya memengaruhi jenis pekerjaan, tetapi juga kebutuhan keterampilan dan cara seseorang memandang persoalan.
   

Inovasi, Berani Mengambil Inisiatif dan Menciptakan Gagasan Baru


Karakter pertama yang perlu dibangun adalah inovasi. Menurut Yassierli, inovasi tidak harus selalu berupa penemuan besar. Keberanian mengambil inisiatif, mengenali persoalan, dan mengajukan gagasan baru yang bermanfaat bagi masyarakat juga merupakan bagian dari inovasi.

“Inovasi itu hanya lahir dari suatu keberanian melakukan inisiatif. Dan inisiatif selalu dimulai dari satu orang,” katanya dikutip pada Kamis, 5 November 2026.

System Thinking, Kemampuan Melihat Masalah secara Menyeluruh


Selain berinovasi, SDM juga perlu memiliki kemampuan berpikir sistem. Kemampuan ini diperlukan agar seseorang dapat memahami persoalan secara utuh dan melihat keterkaitan antara satu aspek dengan aspek lainnya. 

Dalam bidang ketenagakerjaan, misalnya, perubahan industri dan investasi berkaitan dengan kebutuhan keterampilan serta perubahan jenis pekerjaan akibat perkembangan teknologi.

“Belajarlah melihat sesuatu itu terkait dengan ekosistem yang lebih besar. Jangan mudah menyederhanakan masalah, karena realitas itu kompleks,” ujarnya.

Growth Mindset, Tidak Berhenti Belajar meski Sudah Punya Keahlian


Karakter berikutnya adalah growth mindset atau pola pikir bertumbuh. Yassierli menjelaskan, karakter ini tercermin dari kemauan seseorang untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan, tanpa membatasi diri pada bidang keahlian maupun latar belakang pendidikan yang telah dimiliki.

“Orang yang growth mindset adalah orang yang mengatakan, saya siap belajar apa pun yang baru. Karena saya tidak pernah tahu sebenarnya potensi saya akan berkembang ke mana,” tutur Yassierli.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan