ANA Jakarta Representative Office Passenger Sales & Marketing Manager Raymond Tjia mengatakan, tren tersebut menunjukkan belum adanya penurunan signifikan dalam minat wisatawan Indonesia untuk mengunjungi Jepang.
“Kalau kita lihat dari data JNTO, dari Januari sampai Agustus, peningkatan pengunjung dari Indonesia ke Jepang sekitar 11%. Jadi, tidak terlihat adanya pengurangan wisatawan kita yang datang ke Jepang,” ujar Raymond.
Ia menjelaskan, pertumbuhan kunjungan wisatawan Indonesia ke Jepang pada Agustus tercatat sekitar 3%. Meski lebih rendah dibandingkan tren pertumbuhan secara keseluruhan, kondisi tersebut dinilai dapat dipengaruhi faktor musiman, terutama musim panas di Jepang.
Menurut Raymond, wisatawan Indonesia cenderung memiliki preferensi tersendiri dalam memilih waktu perjalanan. Meski demikian, secara umum minat untuk berkunjung ke Jepang masih memperlihatkan tren peningkatan.
Tarif Penerbangan Naik
Di tengah tingginya minat perjalanan tersebut, Raymond mengingatkan calon wisatawan untuk merencanakan pembelian tiket lebih awal. Pasalnya, tarif penerbangan dipastikan mengalami kenaikan mulai 1 November mendatang.Periode penjualan tiket dalam program promosi yang berlangsung saat ini disebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan hingga akhir tahun, libur Lebaran, maupun liburan sekolah.
“Kami sangat merekomendasikan untuk membeli tiket saat ini karena ini benar-benar harga terbaik yang kami berikan kepada pelanggan, terutama nasabah HSBC,” jelasnya.
Raymond juga menyampaikan adanya rencana penyesuaian tarif tiket sekitar 10–15% dibandingkan tarif yang berlaku saat ini. Pengumuman resmi mengenai perubahan tersebut dijadwalkan menyusul dalam waktu sekitar satu pekan setelah acara.
Selain peningkatan jumlah wisatawan, Raymond melihat perubahan pola perjalanan masyarakat Indonesia ke Jepang. Jika sebelumnya wisatawan lebih banyak mengunjungi destinasi populer seperti Tokyo dan Osaka, kini semakin banyak yang mengeksplorasi kota-kota lain.
Sejumlah destinasi yang mulai diminati antara lain Hokkaido, Kyushu, Fukuoka, Toyama, dan Komatsu. Tren tersebut turut didukung layanan penerbangan domestik gratis di Jepang yang ditawarkan ANA bagi penumpang yang membeli tiket penerbangan internasional dari Jakarta, sesuai ketentuan program.
Raymond mengatakan ANA memiliki jaringan penerbangan domestik yang luas di Jepang, dengan layanan ke sekitar 50 bandara dari Tokyo. Jaringan tersebut memberikan lebih banyak pilihan bagi wisatawan untuk menjelajahi berbagai daerah di Negeri Sakura.
Di segmen premium, Raymond menyebut tingkat keterisian kursi kelas bisnis ANA hampir mencapai 99%. Sementara itu, perseroan juga berupaya mendorong permintaan di segmen pasar lainnya melalui program promosi bersama HSBC.
Ia menilai daya tarik Jepang tidak hanya berasal dari destinasi wisata yang beragam, tetapi juga pengalaman berbeda yang ditawarkan setiap musim. Musim dingin, panas, semi, hingga gugur memberikan alasan bagi wisatawan untuk kembali berkunjung.
Selain itu, faktor biaya turut menjadi pertimbangan wisatawan Indonesia. Menurut Raymond, harga sejumlah kebutuhan, termasuk makanan, relatif terjangkau bagi wisatawan Indonesia, sehingga Jepang tetap menjadi pilihan menarik untuk perjalanan berulang.
“Jepang selalu menawarkan hal yang berbeda di setiap musimnya. Banyak sekali tempat baru yang bisa dikunjungi,” katanya.
Di tengah dinamika industri penerbangan global, Raymond mengatakan ANA tidak mengurangi frekuensi penerbangan di kawasan Asia, Amerika, maupun Eropa. Sebaliknya, melalui tahun fiskal 2027, ANA berencana menambah sejumlah rute dan destinasi baru, terutama di Asia dan Amerika.
Raymond menjelaskan, untuk penerbangan menuju Amerika, ANA mengandalkan jaringan lintas Pasifik atau transpasifik. Rute tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan sebagian pelanggan yang mempertimbangkan situasi geopolitik global dalam menentukan jalur perjalanan.
Ke depan, ANA akan terus melihat perkembangan permintaan pasar dan kebutuhan pelanggan sebagai pertimbangan dalam mengembangkan jaringan penerbangannya.