Sebanyak 3.478 gardu distribusi mengalami gangguan setelah gempa. Namun, PT PLN (Persero) bergerak melakukan pemulihan dan berhasil menormalkan seluruh 11 gardu induk yang terdampak dalam waktu kurang dari 12 jam.
Pemulihan pasokan listrik menjadi salah satu bagian penting dalam penanganan pascagempa. Sebab, listrik dibutuhkan untuk menjaga layanan rumah sakit, fasilitas transportasi, posko pengungsian, hingga mendukung proses penanganan korban dan pemulihan wilayah terdampak.
Ribuan Gardu Terdampak Gempa M7,7
Seperti diketahui, gangguan sistem kelistrikan langsung teridentifikasi setelah gempa mengguncang wilayah Laut Flores. PLN mencatat, saat itu sebanyak 3.478 gardu distribusi terdampak.Proses penormalan pun dilakukan secara bertahap. Pada hari yang sama, pukul 11.30 WITA, sebanyak 429 gardu distribusi telah berhasil dinormalkan.
| Baca juga: PLN Berhasil Pulihkan Sistem Kelistrikan Flores Pascagempa, Seluruh Pelanggan Kembali Menyala |
Saat itu, enam dari 11 gardu induk yang terdampak juga telah kembali menyala dan beroperasi. PLN memastikan PLTMG Maumere berada dalam kondisi aman dan menjadi bagian dari langkah awal pemulihan sistem kelistrikan.
General Manager PLN UIW NTT F. Eko Sulistyono mengatakan pemulihan dilakukan dengan memprioritaskan fasilitas-fasilitas yang memiliki peran penting dalam penanganan bencana.
"PLN juga memprioritaskan pasokan listrik untuk fasilitas vital, seperti rumah sakit dan posko bencana." ujar Eko dalam keterangan yang diterima Medcom.id yang dikutip kembali pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Kurang dari 12 Jam, Seluruh Gardu Induk Kembali Normal
Pengerahan personel dilakukan secara masif untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di wilayah terdampak. Hingga pukul 18.30 WITA atau 17.30 WIB, seluruh 11 gardu induk yang sebelumnya terdampak telah berhasil dinormalkan dan kembali beroperasi.Sementara itu, sebanyak 2.723 dari total 3.478 gardu distribusi juga telah kembali beroperasi. Pemulihan tersebut membuat listrik kembali mengalir kepada sekitar 441 ribu pelanggan.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan pemulihan gardu induk menjadi langkah penting untuk mengembalikan sistem pasokan listrik utama sebelum penyaluran dilanjutkan ke jaringan distribusi dan pelanggan.
“Alhamdulillah, dari sisi pembangkitan Daya Mampu Pasok sudah mencapai 111 MW. Ini lebih dari cukup untuk melayani beban saat ini sekitar 95 MW maupun kondisi normal sekitar 105 MW. Seluruh 11 Gardu Induk juga sudah pulih 100 persen. Artinya, dari sisi pasokan utama kita sudah sangat siap,” ujar Darmawan saat itu.
Rumah Sakit dan Fasilitas Vital Jadi Prioritas
Pulihnya sistem transmisi dan gardu induk membuka jalan bagi PLN untuk mempercepat pemulihan listrik ke berbagai fasilitas publik.Rumah sakit dan fasilitas transportasi menjadi bagian dari infrastruktur yang diprioritaskan. Salah satunya RSUD Bajawa yang telah dipastikan mendapatkan pasokan listrik untuk mendukung penanganan medis korban gempa dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Darmawan mengatakan PLN langsung mengerahkan sumber daya setelah gempa terjadi. Namun, seluruh proses pemulihan tetap dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan masyarakat dan petugas di lapangan.
Menurut dia, kesiapan pasokan listrik menjadi faktor penting untuk memastikan wilayah terdampak dapat segera menjalankan kembali layanan-layanan dasar.
Darmawan juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, BPBD, TNI, dan Polri yang turut mendukung proses pemulihan kelistrikan di lapangan.
“Terima kasih atas dukungan dan kolaborasi Pemerintah Daerah, BPBD, TNI, dan Polri yang bersama-sama mendukung upaya pemulihan PLN di lapangan. Sinergi ini sangat membantu kami menghadapi berbagai tantangan dan mempercepat proses pemulihan kelistrikan di wilayah terdampak,” tambah Darmawan.
PLN Fokus Pulihkan Listrik di Nagekeo dan Reo
Meski seluruh gardu induk telah kembali beroperasi, pemulihan jaringan distribusi masih terus dilakukan di sejumlah wilayah.PLN memberikan perhatian khusus pada wilayah Nagekeo dan Reo dengan melakukan pemetaan titik gangguan serta kebutuhan penanganan di lapangan. Personel, material, dan peralatan dikerahkan untuk mempercepat pemulihan jaringan.
“Kami mengerahkan personel, material, dan peralatan secara masif dan terfokus ke wilayah Nagekeo dan Reo. Apabila diperlukan, dukungan tambahan akan segera dimobilisasi dari wilayah lain untuk mempercepat pemulihan jaringan dan memastikan pelanggan di wilayah terdampak dapat kembali mendapatkan pasokan listrik,” ujar Eko.
Bukan Hanya Pulihkan Listrik, PLN Salurkan Bantuan ke Pengungsi
Di tengah proses pemulihan jaringan, PLN juga mengerahkan relawan untuk membantu masyarakat terdampak gempa. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli bersama Yayasan Baitul Maal (YBM), bantuan darurat disalurkan ke sejumlah titik pengungsian di daratan Flores.Bantuan didistribusikan antara lain ke Posko Pengungsian Stadion Samador di Maumere, Kabupaten Sikka, Posko Wilayah Flores Bagian Barat di Mbay, Kabupaten Nagekeo, serta sejumlah posko penampungan di Kabupaten Manggarai Timur dan Ngada.
Selain menyalurkan bantuan logistik, PLN juga membantu menyediakan fasilitas darurat bagi warga yang berada di pengungsian. Eko mengatakan penanganan pascagempa dilakukan melalui dua jalur sekaligus, yakni mempercepat pemulihan kelistrikan dan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
"Di samping ratusan personel teknis yang bekerja tanpa henti di lapangan untuk menormalkan sistem kelistrikan, relawan PLN Peduli dan YBM PLN diterjunkan langsung ke garis depan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Kami hadir membawa empati dan kepedulian seluruh insan PLN guna meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana," ungkap Eko.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda