Ilustrasi. Foto: MI/Kuntoro
Ilustrasi. Foto: MI/Kuntoro

PDB dan Ekspor Perikanan Meningkat di 2021, Ini Rinciannya

Antara • 26 Januari 2022 15:50
Jakarta: Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) dan ekspor produk kelautan dan perikanan meningkat pada 2021 seiring pemulihan ekonomi nasional.
 
"Nilai produk domestik bruto perikanan sampai dengan triwulan III-2021 telah tumbuh sebesar 4,55 persen, nilai ini lebih tinggi," ujar Trenggono dalam rapat kerja bersama dengan Komisi IV DPR RI di Gedung Parlemen Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 26 Januari 2022.
 
Berdasarkan angka tersebut, lanjut dia, maka perekonomian sektor perikanan sepanjang triwulan I hingga triwulan III-2021 mengindikasikan perbaikan performa dibandingkan 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia juga menambahkan, pencapaian pertumbuhan PDB perikanan tersebut belum memperhitungkan pertumbuhan lapangan usaha sektor kelautan dan perikanan yang menjadi tanggung jawab KKP berdasarkan Undang-Undang Cipta Kerja dan regulasi turunannya.
 
Selain itu juga di luar dari komoditas pengolahan hasil perikanan, komoditas pergaraman, biofarmakologi, dan bioteknologi dari hasil laut dan jasa Kelautan.
 
Sementara untuk nilai ekspor produk perikanan, Trenggono mengungkapkan pada 2021 mencapai USD5,72 miliar atau meningkat 9,82 persen dibanding tahun sebelumnya.
 
Nilai impor produk perikanan Indonesia mencapai USD0,5 miliar, sehingga neraca perdagangan menjadi surplus USD5,22 miliar atau meningkat 9,2 persen dibandingkan 2020.
 
Nilai ekspor dan surplus neraca perdagangan sektor perikanan ini secara konsisten terus meningkat dalam lima tahun terakhir. Nilai ekspor perikanan pada 2017 sebesar USD4,52 miliar dengan neraca perdagangan surplus USD4,09 miliar.
 
"Untuk lima komoditas ekspor utama secara nilai adalah udang, tuna cakalang, cumi sotong gurita, rajungan kepiting, dan rumput laut. Terdapat lima pasar utama yaitu Amerika Serikat yang tertinggi, selanjutnya Tiongkok, ASEAN, Jepang, dan Uni Eropa," lanjut Trenggono.
 
Komoditas ekspor paling tinggi adalah udang dengan nilai USD2,23 miliar atau 38,99 persen dari total ekspor, tuna cakalang USD0,73 miliar atau 12,82 persen, cumi sotong gurita USD0,62 miliar atau 10,83 persen, rajungan kepiting USD0,61 miliar atau 10,69 persen, dan rumput laut senilai USD0,35 miliar atau setara 6,04 persen dari total ekspor.
 
Peningkatan nilai ekspor paling tinggi terjadi pada rajungan kepiting yang naik 66,31 persen, rumput laut meningkat 23,44 persen, dan cumi sotong gurita 21,54 persen.
 
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif