Co-Founder sekaligus CEO Ajaib, Anderson Sumarli. Foto: Ajaib
Co-Founder sekaligus CEO Ajaib, Anderson Sumarli. Foto: Ajaib

Ajaib Dapat Investasi US$270 Juta dari SBI Holdings, Terbesar dalam 4 Tahun

Annisa ayu artanti • 29 Agustus 2026 11:03
Ringkasnya gini..
  • Ajaib mendapat investasi US$270 juta dari SBI Holdings Jepang, membuat total pendanaannya menembus US$500 juta.
  • Dana investasi akan digunakan untuk ekspansi bisnis, perekrutan talenta, dan pengembangan Ajaib di Asia Tenggara.
Jakarta: Perusahaan teknologi finansial Ajaib mendapatkan suntikan modal jumbo dari investor asal Jepang, SBI Holdings. Nilainya mencapai USD270 juta atau sekitar Rp4,8 triliun.
 
Pendanaan strategis tersebut menjadi salah satu investasi terbesar yang diterima perusahaan teknologi Indonesia dalam lebih dari empat tahun terakhir.  Dengan investasi terbaru ini, total modal yang telah dihimpun Ajaib sejak berdiri pada 2019 menembus lebih dari US$500 juta atau sekitar Rp8,9 triliun.
 
Investasi ini juga menjadi sinyal meningkatnya perhatian investor global terhadap sektor teknologi finansial dan ekonomi digital Indonesia.

Seperti diketahui, SBI didirikan oleh Yoshitaka Kitao, tokoh yang dikenal luas sebagai bapak industri keuangan digital Jepang.  Sebelum SBI, Ajaib telah didukung deretan investor kelas dunia termasuk Horizons Ventures milik Li Ka-shing, yang pernah dinobatkan sebagai orang terkaya di Asia, serta DST Global dan Ribbit Capital, investor di balik Robinhood dan Coinbase.
 
Baca juga: Ajaib Incar 20 Juta Pengguna, Kini Hadirkan Dua Mode Investasi dalam Satu Aplikasi

Jutaan Investor Pemula Jadi Target Ajaib

Sejak diluncurkan pada 2019, Ajaib berkembang sebagai platform investasi yang menyediakan akses ke sejumlah instrumen, mulai dari saham Indonesia, aset kripto hingga saham Amerika Serikat. Mayoritas nasabah Ajaib disebut merupakan investor pemula. Sebagian di antaranya juga berasal dari kota-kota lapis kedua dan ketiga di Indonesia.
 
Co-Founder sekaligus CEO Ajaib, Anderson Sumarli, mengatakan perkembangan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan perusahaan sejak awal berdiri.
 
“Nasabah pertama kami adalah mahasiswa yang beli saham satu lot demi satu lot. Sampai saat
ini saya masih ingat betul rasanya deg-degan melihat portofolio investasi naik-turun meski
hanya beberapa ribu rupiah,” katanya dikutip pada Sabtu, 29 Agustus 2026. 
 
“Hari ini, jutaan orang Indonesia menabung dan berinvestasi lewat Ajaib sebagian besar investor pemula, banyak dari kota-kota kecil. Jadi kalau ditanya investasi USD270 juta ini sebenarnya untuk siapa, jawabannya sederhana, untuk teman-teman yang setiap gajian menyisihkan sedikit demi sedikit untuk nabung saham dan kripto. Ini kepercayaan dunia kepada kalian, bukan cuma kepada kami,” imbuhnya.

Pasar Aset Digital Indonesia Jadi Perhatian

Chainalysis menempatkan Indonesia di tujuh besar dunia, tertinggi di Asia Tenggara, dalam adopsi aset digital. Pada saat yang sama, pasar modal Indonesia berdiri di titik awal pertumbuhan jangka panjangnya. 
 
Dengan lebih dari 280 juta penduduk dan usia median sekitar 30 tahun, sebagian besar masyarakat baru akan melakukaninvestasi pertamanya. Teknologi memastikan pertumbuhan itu dapat dinikmati secara lebih merata, bukan hanya oleh segelintir orang.
 
Lebih dari sekadar peluang ekonomi, pertumbuhan Ajaib secara fundamental terikat dengan aspirasi nasional menuju Indonesia Emas 2045. Dengan memberdayakan jutaan rakyat Indonesia untuk menjadi pemilik aset di ekonomi mereka sendiri, Ajaib turut memperkokoh fondasi finansial bagi bangsa yang lebih mandiri dan sejahtera.
 
“Komunitas saham dan kripto di Indonesia itu luar biasa, mungkin yang paling semangat belajar
di dunia,” ujarnya. 
 
“Pasar saham Indonesia, saham Amerika, dan kripto belakangan mulai
menunjukkan tanda-tanda awal penguatan, jadi wajar kalau banyak yang bersemangat. Pesan
saya santai saja, cuan itu datang dari sabar, belajar, dan konsisten, bukan dari FOMO. Tugas
kami memastikan begitu kalian siap mulai, semuanya aman, murah, dan gampang," tuturnya.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan