SPBU di Makassar. Foto: Pertamina Patra Niaga
SPBU di Makassar. Foto: Pertamina Patra Niaga

Antrean BBM di Makassar, 25 SPBU Kini Buka 24 Jam dan Pasokan Ditambah 15 Persen

Annisa ayu artanti • 10 September 2026 17:07
Ringkasnya gini..
  • Pertamina kini mengoperasikan 25 SPBU selama 24 jam di Makassar untuk mengurangi kepadatan antrean BBM.
  • Alokasi BBM di wilayah yang membutuhkan ditambah 10-15 persen dari rata-rata penyaluran harian.
  • Konsumsi Solar JBT naik 10-15 persen pada Juni-Agustus 2026, sementara 6.023 pelat nomor diblokir.
Makassar: Masyarakat Makassar kini punya lebih banyak pilihan waktu untuk mengisi BBM. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi kini mengoperasikan 25 SPBU selama 24 jam. Sebelumnya hanya 11 titik yang sudah menerapkan layanan nonstop.

Langkah ini dilakukan saat antrean BBM masih terlihat di sejumlah SPBU Makassar. Dalam dua hingga tiga hari terakhir, kepadatan juga meningkat pada penyaluran Pertalite. Selain antrean Pertalite, kebutuhan Solar JBT juga meningkat. Pertamina mencatat konsumsi Solar JBT naik sekitar 10-15 persen pada Juni-Agustus 2026.

25 SPBU Makassar Beroperasi 24 Jam

Dengan tambahan 14 titik, total terdapat 25 SPBU di Makassar yang kini melayani masyarakat selama 24 jam. Perpanjangan jam operasional diharapkan dapat menyebar kepadatan pengisian BBM sehingga masyarakat tidak hanya mengisi pada jam-jam tertentu.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan penambahan SPBU 24 jam diharapkan memberi pilihan waktu yang lebih luas bagi masyarakat untuk melakukan pengisian BBM.

“Penambahan jam operasional ini kami lakukan agar akses pelayanan semakin luas. Masyarakat memiliki lebih banyak pilihan waktu untuk melakukan pengisian BBM, sehingga kepadatan di jam-jam tertentu dapat ditekan,” ujar Lilik dalam keterangan tertulis, Kamis, 10 September 2026. Selain memperpanjang jam layanan, Pertamina juga menjalankan sejumlah langkah untuk menjaga kelancaran distribusi, antara lain marshalling pada SPBU dengan antrean padat untuk mengarahkan kendaraan ke SPBU lain yang memiliki antrean lebih landai dan penambahan alokasi BBM sebesar 10-15 persen dari rata-rata penyaluran harian pada wilayah atau SPBU yang membutuhkan.

Lalu, optimalisasi armada mobil tangki dan penyesuaian pola distribusi untuk mempercepat pengiriman ke SPBU dan pengawasan transaksi BBM bersubsidi, termasuk pemblokiran 6.023 nomor polisi yang terindikasi melakukan transaksi tidak sesuai ketentuan.

“Berbagai langkah ini berjalan secara bersamaan. Kami melihat kondisi setiap wilayah dan SPBU berdasarkan kebutuhan, antrean, serta pola konsumsinya. Tujuannya agar pasokan tetap tersedia dan pelayanan kepada masyarakat semakin efektif,” jelas Lilik.

Pertamina mengimbau masyarakat tetap tenang dan melakukan pengisian BBM sesuai kebutuhan. Pembelian secara wajar membantu menjaga kelancaran distribusi serta memberikan kesempatan bagi pengguna lainnya untuk mendapatkan pelayanan.

“Kami mengajak masyarakat menggunakan energi secara bijak dan tidak melakukan panic buying. Stok dan distribusi terus kami jaga, sementara pelayanan juga kami perluas melalui penambahan SPBU yang beroperasi 24 jam,” ucap Lilik.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan