Ilustrasi kebutuhan jagung industri - - Foto: MI/ Bagus Suryo
Ilustrasi kebutuhan jagung industri - - Foto: MI/ Bagus Suryo

Kebutuhan Impor Jagung Industri Capai USD233,47 Juta

Ekonomi impor Kementerian Pertanian jagung
Media Indonesia • 17 November 2020 21:45
Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat impor jagung sepanjang Januari-September 2020 mencapai 911.194 ton atau senilai USD233,47 juta. Realisasi impor jagung tersebut bukan digunakan sebagai pakan ternak, melainkan bahan baku industri.
 
"Impor jagung 911 ribu ton tadi Januari-September, ini jagung bukan pakan ternak, tetapi jagung untuk bahan baku industri, gluten 'sweetener' bahan pemanis," kata Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi dikutip dari Mediaindonesia.com, Selasa, 17 November 2020.
 
Suwandi menegaskan Kementan melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) tidak lagi menerbitkan rekomendasi impor jagung pakan ternak sejak 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Impor jagung untuk kebutuhan bahan baku industri olahan ini tidak melalui rekomendasi dari Kementan karena komoditas tersebut termasuk dalam golongan tidak dilarang dan dibatasi (non lartas)," bebernya.
 
Di sisi lain, Ketua Komisi IV DPR RI Sudin menyebutkan bahwa sejak Kementan tidak lagi memberikan rekomendasi impor jagung untuk pakan, impor gandum untuk pakan ternak justru meningkat sampai 2 juta ton per tahun.

 
Sepanjang Januari-September 2020, Kementan mencatat impor gandum mencapai delapan juta ton dengan nilai USD2,1 miliar. Sudin pun menilai terjadi peningkatan impor gandum untuk pakan yang signifikan pada 2018-2019.
 
"Semenjak jagung disetop impor, terjadi peningkatan (impor) gandum untuk ternak dua juta ton. Coba lihat peningkatan impor gandum," kata Sudin.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif