UMKM. Foto: MI.
UMKM. Foto: MI.

Wali Kota Solo Dorong UMKM Naik Kelas, Bidik Konsumen di Luar Daerah

Arif Wicaksono • 26 September 2026 16:38
Ringkasnya gini..
  • Wali Kota Solo Respati Ardi mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Solo untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar.
  • Pelaku UMKM tidak hanya diminta mengandalkan konsumen lokal, tetapi mulai membidik pasar dari kota-kota besar lainnya.

Surakarta: Wali Kota Solo Respati Ardi mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Solo untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar. Pelaku UMKM tidak hanya diminta mengandalkan konsumen lokal, tetapi mulai membidik pasar dari kota-kota besar lainnya.

Dia juga meminta penguatan UMKM perlu dilakukan dengan meningkatkan nilai tambah produk, memperbaiki kemasan, serta memanfaatkan pemasaran digital agar mampu menjangkau konsumen dengan daya beli lebih tinggi.

"Rekan-rekan semuanya, para pelaku usaha di Kota Solo, mulai beranilah berjualan mahal," ujar dia beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, harga jual yang lebih tinggi perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas produk dan layanan. Dengan begitu, pelaku usaha tidak hanya mengejar volume penjualan, tetapi juga meningkatkan nilai transaksi.

 

Baca juga: Wajib Halal 2026 Bikin Ribet? Menko PMK Pastikan Produk Lokal Malah Makin Cuan
 

Ia mencontohkan sejumlah produk yang bahan bakunya relatif sederhana, tetapi memiliki nilai jual tinggi setelah dikemas dan dipasarkan dengan konsep yang tepat. Menurutnya, konsep tersebut dapat diterapkan oleh UMKM Solo melalui strategi up selling dengan menyasar konsumen yang memiliki daya beli lebih tinggi atau top spenders.

"Ketika sesuatu yang biasa dinarasikan dan dikemas dengan konten yang menarik, punya nilai jual lebih, harganya bisa jadi mahal," katanya.

Ia mencontohkan makanan seperti pecel hingga produk kesehatan dan wellness yang dapat dikembangkan menjadi produk premium melalui pengemasan, pelayanan, dan penciptaan pengalaman bagi konsumen.

Ia lalu mencontohkan sejumlah UMKM asal Solo yang dinilai berhasil meningkatkan nilai jual produknya melalui kemasan dan pemasaran yang lebih kreatif. Beberapa di antaranya bergerak di bidang audio, essential oil, diffuser, hingga parfum.

Salah satunya My Audio, UMKM yang bergerak di bidang produk audio. My Audio sebagai contoh bagaimana produk dapat dikemas secara kreatif untuk menarik perhatian konsumen.

Selain My Audio, ia menyebut Atsiri yang bergerak di bidang essential oils, diffuser, dan produk lifestyle. Ada pula Usual Parfum yang disebutnya sebagai contoh usaha asli Solo yang mampu mengembangkan produknya secara kreatif.

"Ini asli Solo. Dan saya tidak menyuruh mereka berkreatif sendiri. Bukan programnya Pemerintah Kota. Tapi justru saya terinspirasi dari mereka," katanya.

Menurutnya, produk-produk tersebut menunjukkan bahwa UMKM lokal memiliki potensi untuk menembus pasar yang lebih luas apabila mampu mengemas produknya secara tepat.

Oleh karena itu, ia mendorong adanya kolaborasi antara Pemerintah Kota Solo, Kementerian Perdagangan, TikTok, dan Tokopedia untuk memberikan pelatihan khusus kepada UMKM Solo Raya.

"Untuk membuat pelatihan khusus untuk mengemas suatu produk supaya bisa masuk dan melakukan penetrasi ke top spenders," ujarnya.

Membidik Luar Solo 

Ia juga meminta pelaku usaha Solo mengubah orientasi pasar. UMKM tidak harus hanya menjadikan warga Solo sebagai target konsumen.

"Set target konsumen Anda bukan warga Solo, tapi set target konsumen Anda adalah warga Jakarta, warga Semarang, warga Bandung, warga Surabaya," katanya.

Menurutnya, perluasan pasar tersebut dapat menjadi salah satu cara meningkatkan skala usaha UMKM Solo sekaligus memperbesar nilai transaksi ekonomi di daerah.

Dengan peningkatan kualitas produk, penguatan kemasan, pemasaran digital, akses tempat usaha, serta perluasan target konsumen, Pemerintah Kota Solo mendorong UMKM lokal agar tidak hanya bertahan di pasar domestik kota, tetapi mampu berkembang ke pasar antarkota.

Menurutnya, pengalaman UMKM tersebut dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha lain untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat strategi pemasaran digital. Pemerintah Kota Solo mendorong kolaborasi dengan Kementerian Perdagangan, TikTok, dan Tokopedia untuk memberikan pelatihan bagi UMKM Solo Raya.

Pelatihan tersebut diharapkan tidak hanya mengajarkan cara membuat konten, tetapi juga membantu pelaku usaha memahami cara mengemas produk dan menyasar konsumen dengan daya beli lebih tinggi atau top spenders.

"Untuk membuat pelatihan khusus untuk mengemas suatu produk supaya bisa masuk dan melakukan penetrasi ke top spenders," tuturnya.

Ia menilai Solo memiliki banyak talenta dan produk lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Namun, peluang tersebut perlu diikuti dengan kemampuan membaca pasar dan memanfaatkan kanal digital.

"Saya sangat berharap semua bisa menangkap peluang ini dan saya yakin, kami yakin, warga Solo punya kemampuan, talenta-talenta yang luar biasa," katanya.

Dengan memperluas target konsumen ke Jakarta, Semarang, Bandung, Surabaya, dan kota lainnya, pelaku UMKM Solo diharapkan tidak hanya bergantung pada pasar lokal.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong UMKM Solo naik kelas dengan meningkatkan nilai produk, memperluas jangkauan pemasaran, dan menjangkau konsumen di luar daerah.

Selain meningkatkan kualitas produk, Pemerintah Kota Solo juga menyiapkan dukungan bagi UMKM untuk mendapatkan akses tempat usaha. Salah satunya melalui program pemberian kesempatan menggunakan kios secara gratis selama enam bulan.

"Kalau laku, baru dibayar. Kalau nggak laku, silakan jangan usah bayar," ujarnya.

Program tersebut, kata dia, akan diterapkan di sejumlah pasar di Solo untuk memberikan ruang bagi pelaku UMKM mencoba dan mengembangkan usahanya.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan