Bali: Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memantau langsung penyaluran Bantuan Presiden (Banpres) Produktif Usaha Mikro untuk masyarakat penerima di Bali. Bantuan hibah sebesar Rp2,4 juta tersebut diharapkan bisa membantu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.
"Banpres ini adalah hibah, gunakan sebaik-baiknya untuk usaha produktif. Uang yang didapatkan bisa diputar agar usahanya tetap bertahan," kata Teten Masduki melalui keterangan tertulisnya, Minggu, 6 September 2020.
Dana hibahnya tersebut, kata Teten, perlu lebih diprioritaskan untuk belanja modal dan fokus pada inovasi bisnis. Setelah omzet meningkat, level usaha bisa dinaikkan dan mendapat akses kredit usaha rakyat (KUR) super mikro dengan plafon di bawah Rp10 juta dan bunga 0 persen.
"Kita pahami ekonomi lesu, Rp100 ribu sampai Rp200 ribu sebulan digunakan untuk kebutuhan konsumsi tidak apa-apa. Apalagi dari modal awal Rp2,4 juta mereka bankable bisa ditingkatkan untuk dapat KUR usaha super mikro," paparnya.
Teten berharap penyaluran Banpres Produktif bisa segera terealisasi secara merata. Ia juga bakal memastikan bahwa kendala ada setiap penyalurannya bisa segera diatasi.
"Mengecek juga apakah banpres sudah diterima. Ibu Bupati Karanga sampaikan masih ada beberapa usulan belum turun, ini catatan kami untuk koordinasikan dengan penyalurnya BRI dan BNI," tuturnya.
Sementara itu Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan bahwa jumlah pelaku UMKM di wilayahnya mencapai 31.513, Dari jumlah tersebut. Dari jumlah tersebut sebanyak 10 ribu pelaku usaha mikro diusulkan untuk bisa mendapatkan Banpres Produktif.
"Bahwa masyarakat bisa dapatkan hak-haknya sebanyak 10 ribu lebih. Sudah diusulkan melalui BRI 720. Namun baru disalurkan 601 usaha mikro," ujarnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan