Langkah ini dilakukan karena distribusi avtur dari jalur utama Fuel Terminal Reo maupun jalur alternatif dari Fuel Terminal Ende terdampak kondisi pascagempa.
Pertamina menjalankan skema emergency supply dari Integrated Terminal Bima agar operasional penerbangan ke dan dari Labuan Bajo tetap terlayani.
Pengiriman dari Bima ke Labuan bajo menggunakan mobil tanki/bridger Avtur melalui jalur laut, sehingga memakan waktu lebih lama dari kondisi normal.
| Baca juga: Pertamina Gelar Tebus Murah Sembako Rp100 Ribu untuk Bantu Korban Gempa NTT |
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan upaya tersebut dilakukan agar kebutuhan energi penerbangan tetap terlayani di tengah kondisi jalur distribusi yang belum sepenuhnya pulih.
“Dalam situasi pascabencana, konektivitas udara sangat mendukung pergerakan bantuan, personel kemanusiaan, pencarian dan pertolongan, penanggulangan bencana, serta penerbangan komersial. Untuk itu, kami segera menyiapkan pola suplai alternatif agar layanan avtur di Labuan Bajo tetap berjalan selama jalur pasokan utama dalam proses pemulihan,” jelas Kitty dalam keterangan tertulis, Rabu, 19 Agustus 2026.
Konektivitas Udara Penting untuk Penanganan Pascabencana
Selain itu, Pertamina Patra Niaga juga memperkuat sinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) untuk mengantisipasi kebutuhan avtur penerbangan menuju Labuan Bajo.Pasokan dioptimalkan melalui penambahan volume pengisian avtur di bandara keberangkatan serta pemanfaatan bandara alternatif di Lombok, Kupang, dan Denpasar sesuai kebutuhan operasional.
“Sinergi dengan berbagai pihak terus kami perkuat selama masa pemulihan ini. Pengaturan kebutuhan avtur kami lakukan secara cermat dengan kondisi operasional penerbangan, termasuk mengoptimalkan pengisian dari bandara keberangkatan maupun bandara alternatif,” tambahnya.
Pertamina Patra Niaga terus memantau pasokan dan stok avtur di Labuan Bajo serta bandara di sekitarnya. Pengaturan ini akan terus disesuaikan selama masa pemulihan, agar kebutuhan penerbangan tetap dapat terlayani hingga jalur distribusi menuju Bandara Komodo Labuan Bajo kembali normal.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda