Dilansir dari laman ETS pada Sabtu, 19 September 2026, data TOEIC Global English Skills Report 2026 menunjukkan 92 persen dari 1.300 pengambil keputusan HR yang disurvei di 17 negara mengatakan, kebutuhan kemampuan bahasa Inggris di tempat kerja lebih penting dibanding lima tahun lalu.
Bahkan, sekitar enam dari 10 perusahaan menilai teknologi AI belum bisa menggantikan kemampuan bahasa Inggris yang kurang. Artinya, kemampuan bahasa tetap punya tempat di tengah perkembangan AI.
Lantas, bahasa apa saja yang bisa dipertimbangkan untuk menunjang karir?
1. Bahasa Inggris
Selain digunakan untuk komunikasi lintas negara, kemampuan berbahasa inggris juga berkaitan dengan kolaborasi internasional dan penggunaan berbagai teknologi di tempat kerja. ETS mencatat lebih dari tiga perempat organisasi dalam surveinya membutuhkan kemampuan bahasa Inggris yang kuat.
Bagi fresh graduate, kemampuan bahasa Inggris tidak harus langsung seperti native speaker. Yang lebih penting adalah mampu memahami informasi, menulis email, mengikuti meeting, melakukan presentasi, dan menyampaikan ide dengan jelas.
2. Bahasa Mandarin
Bahasa Mandarin bisa menjadi pilihan bagi yang ingin berkarir di bidang yang banyak berhubungan dengan pasar China, seperti perdagangan, manufaktur, atau perusahaan dengan jaringan bisnis berbahasa Mandarin.
Namun, kemampuan berbahasa Mandarin dielaborasi dengan kompetensi utama seperti sales, marketing, finance, supply chain, atau business development.
3. Bahasa Jepang
Bagi yang mengincar perusahaan Jepang, bahasa Jepang bisa menjadi nilai tambah yang cukup spesifik. Kemampuan berbahasa sekaligus memahami cara berkomunikasi dalam konteks profesional dapat membantu ketika pekerjaan melibatkan kolega, klien, atau perusahaan asal Jepang.
Pilihan bahasa ini juga sebaiknya disesuaikan dengan target industri.
4. Bahasa Korea
Bahasa Korea juga dapat dipertimbangkan, terutama bagi pencari kerja yang mengincar perusahaan Korea atau pekerjaan yang berkaitan dengan bisnis, industri kreatif, pariwisata, maupun pasar Korea.
Prinsipnya dalam mempelajari bahasa untuk pekerjaan, yaitu pilih bahasa yang punya hubungan dengan karir yang ingin dibangun. Dengan begitu, kemampuan bahasa bukan sekadar tambahan di CV, tetapi benar-benar bisa digunakan dalam pekerjaan. (Wisa Irena Br Sitepu)