Jakarta: Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Letnan Jenderal (Letjen) TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 113 P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
"Demi Tuhan, saya berjanji bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara," ucap Kristomei membacakan petikan sumpah jabatan yang dipandu langsung Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Rabu, 14 Oktober 2026.
Dalam prosesi pelantikan tersebut, Kristomei berjanji akan menjunjung tinggi etika jabatan serta bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab demi kepentingan bangsa dan negara.
"Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab. Kiranya Tuhan menolong saya," tutur Kristomei.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi melantik perwira tinggi TNI Angkatan Darat, Kristomei Sianturi, sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan ini menandai babak baru kepemimpinan lembaga penanggulangan bencana nasional, sekaligus mengiringi kenaikan pangkat perwira tinggi tersebut menjadi Letnan Jenderal (Letjen) TNI bintang tiga.
Profil Letjen TNI Kristomei Sianturi
Kristomei Sianturi Lahir di Kotabumi, Lampung Utara pada 6 Mei 1976. Dia menempuh jalur pendidikan menengah di SMA Taruna Nusantara Magelang (lulus tahun 1994). Komitmennya pada dunia kemiliteran membawanya menempuh pendidikan di Akademi Militer (Akmil) hingga lulus pada tahun 1997 dari kecabangan Infanteri.
Sebagai perwira infanteri, Kristomei banyak mengasah kemampuan taktis dan kepemimpinan lapangannya di satuan elite lintas udara Kostrad. Ia pernah memegang tongkat komando sebagai Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) Para Raider 305/Tengkorak Kostrad pada periode 2013–2014, sebuah satuan pemukul reaksi cepat yang menuntut kesiapan mobilitas dan fisik tinggi.
Tidak hanya piawai dalam operasi tempur darat, Kristomei juga memperkaya penugasan teritorial dan internasional. Ia tercatat pernah mengemban tugas sebagai Komandan Kodim (Dandim) 0424/Tanggamus serta tergabung dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL), yang mengasah kepekaan diplomasinya di lingkungan multinasional.
Nama Kristomei Sianturi kian dikenal luas oleh publik saat dipercaya menjabat di bidang penerangan dan komunikasi strategis militer. Beliau pernah menduduki posisi Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) pada 2023–2024 dan berlanjut sebagai Kepala Pusat Penerangan TNI (Kapuspen TNI) pada 2025.
Kariernya terus menanjak lewat berbagai posisi strategis di lembaga pendidikan dan komando wilayah militer. Ia tercatat pernah mengabdi sebagai Komandan Resimen Taruna (Danmentar) Akmil, Wakil Gubernur Akmil, hingga dipercaya memimpin komando teritorial sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Inten.
Pengalaman komando teritorial serta rekam jejaknya di satuan tempur dan manajerial menjadi modal penting ketika dipercaya memimpin BNPB. Di bawah komandonya, BNPB diharapkan mampu memperkuat koordinasi terpadu lintas kementerian, lembaga, serta jajaran TNI-Polri dalam kesiapsiagaan bencana nasional.
Sebagai Kepala BNPB, tantangan utamanya mencakup percepatan respons tanggap darurat di wilayah rawan bencana, modernisasi sistem mitigasi berbasis teknologi peringatan dini, serta tata kelola logistik penanggulangan bencana yang akuntabel dan transparan ke seluruh pelosok Tanah Air.
Selain melantik Kepala BNPB yang baru, Presiden Prabowo melantik sejumlah pejabat tinggi negara. Mereka meliputi empat wakil menteri baru serta pimpinan Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional.