Ilustrasi BBM. Foto : MI/Panca.
Ilustrasi BBM. Foto : MI/Panca.

Penyaluran Bahan Bakar Khusus Nonsubsidi Naik 25%

Ekonomi stok bbm
Antara • 11 Maret 2020 16:27
Ambon: Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VIII Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara mencatat penyaluran Bahan Bakar Khusus (BKK) non subsidi meningkat sebesar 25 persen di awal 2020.
 
"Peningkatan penyaluran BBK nonsubsidi atau penugasan di wilayah operasional MOR VIII m pada periode Januari-Februari 2020 meningkat sebesar 25 persen dibandingkan dengan penyaluran di periode yang sama 2019, atau telah menyalurkan 66.616 kiloliter," kata Unit Manager Communication, Relations dan CSR MOR VIII PT Pertamina (Persero), Edi Mangun dikutip dari Antara, Rabu, 11 Maret 2020.
 
Dikatakannya, peningkatan penyaluran ini terjadi pada seluruh produk BBK (pertalite, pertamax, dexlite, dan solar NPSO), dengan kenaikan tertinggi tercatat pada produk Pertamax yang mengalami kenaikan hingga 288 persen. Sementara itu, produk pertalite mengalami kenaikan 14 persen, dexlite dan solar NPSO naik sebesar 69 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Adapun produk BBM Penugasan (premium) dan BBM subsidi (solar/bio) mengalami penurunan sebesar tiga persen," katanya.
 
Dijelaskannya, peningkatan penyaluran produk BBK di wilayah Maluku Papua tidak lepas dari semakin tingginya minat konsumen untuk menggunakaan bahan bakar dengan kualitas yang lebih tinggi.
 
Selain itu, peningkatan ini ditunjang oleh penguatan stok di masing-masing depot (fuel terminal) serta sarana dan fasilitas penyaluran BBM yang andal di 21 Fuel Terminal atau Terminal BBM yang tersebar di empat provinsi.
 
"Para pelanggan di wilayah Maluku Papua semakin banyak yang telah beralih menggunakan bahan bakar dengan kualitas yang lebih tinggi. Untuk awal 2020, tercatat naik hingga 25 persen dibandingkan periode yang sama di 2019, " ujar Edi.
 
Pertamina terus melakukan sosialisasi sekaligus promosi bagi masyarakat untuk mengetahui produk-produk bahan bakar berkualitas. Pangsa pasar produk bahan bakar khusus jenis gasoline di wilayah MOR VIII sempat mencapai 50,5 persen di akhir 2019.
 
Sementara di Februari 2020, provinsi Maluku mencatat persentase terbesar yakni 54,3 persen dan terendah di Papua Barat baru mencapai 38 persen. Untuk produk gasoil masih berada di kisaran 18,3 persen.
 
"Kita akan terus melakukan sosialisasi kepada para pelanggan mengenai kualitas bahan bakar dan kegiatan promosi, salah satunya melalui program Berbagi Berkah MyPertamina," tandasnya.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif