Ilustrasi kartu prakerja. Foto: Istimewa
Ilustrasi kartu prakerja. Foto: Istimewa

Penerimaan Kartu Prakerja Terkendala Proses Verifikasi Manual

Ekonomi Kartu Prakerja Stimulus Ekonomi Imbas Korona
Eko Nordiansyah • 12 Mei 2020 10:57
Jakarta: Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja menyebut penerimaan kartu prakerja saat ini baru menyelesaikan gelombang III. Padahal rencananya penerimaan dilakukan setiap pekannya, yang mana gelombang II sudah diumumkan sejak akhir April lalu.
 
Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Prakerja Panji Winanteya Ruky mengatakan saat ini ada 224 orang peserta yang tengah diverifikasi untuk gelombang III. Bukan hanya itu, pihaknya juga berupaya menyelesaikan proses peserta yang sudah diterima pada gelombang sebelumnya.
 
"Kalau gelombang III sudah masuk ke flow, ini jadi 456 ribu tambah 224 ribu. Itu masuk lagi backlog. Apa bisa terselesaikan karena kalau tambah backlog, belum selesai tambah beban dan buat lambat proses," kata dia dalam diskusi virtual di Jakarta, Senin, 11 Mei 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari 456.265 peserta yang telah dinyatakan lolos untuk kartu prakerja di gelombang I dan II, baru 219.489 peserta yang telah menyelesaikan satu pelatihan. Dari jumlah itu baru 132 ribu peserta telah registrasi akun e-wallet atau rekening bank di mitra pembayaran.
 
Selanjutnya, 55.101 peserta yang sudah diverifikasi oleh mitra pembayaran baik BNI, Link Aja, OVO dan GoPay. Kemudian 51.255 peserta kartu prakerja sudah menerima insentif usai diverifikasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai dengan rekening e-wallet.
 
"Ini butuh semua orang untuk partisipasi. Peserta harus KYC, platfrom (kirim) notifikasi, peserta selesaikan dan mitra pembayaran harus segera verifikasi NIK. Dalam pandangan kami, harus kembangkan sistem tidak manual, karena manual lama," ungkapnya.
 
Dirinya berharap ke depan sudah ada sistem otomasi yang terintegrasi sehingga setiap proses tahapan kartu prakerja bisa dilakukan dengan baik mulai dari penerimaan peserta, pemilihan pelatihan, sampai penyaluran insentif pascapelatihan yang diberikan selama empat bulan.
 
"Sekarang dalam proses untuk otomasi tahap-tahap dari mulai peserta beli pelatihan sampai dapat insentif karena masih manual. Ke depan kalau selesai otomasi maka kapasitas pemrosesan akan meningkat signifikan sehingga tidak perlu banyak SDM," pungkas dia.

 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif