Jakarta: Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan meminta sepuluh pelabuhan besar di Tanah Air mengembangkan National Logistic Ecosystem (NLE) atau Sistem Ekosistem Logistik Nasional.
"Saya minta kepada semua, target kita 10 pelabuhan setelah Batam. Coba disusun timetable-nya dan kendalanya apa. Kita akan address (selesaikan) satu-satu supaya semuanya jalan," ujar Luhut dalam keterangan resmi, Sabtu, 21 Agustus 2021.
Menurut Luhut, target tersebut seiring dengan percepatan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional. Selain itu, ia juga mengusulkan agar layanan PeduliLindungi bisa diintegrasikan di pelabuhan guna menjamin keamanan di tengah pandemi.
"Terintegrasilah semua itu. Karena ini sedang pandemi, Peduli Lindungi akan dimasukkan ke situ (pelabuhan) agar bila ada orang mau masuk harus pakai barcode. Kalau dia belum divaksin, tidak boleh masuk," tegasnya.
Staf Ahli Bidang Manajemen Konektivitas Kemenko Marves Sahat Panggabean mengemukakan beberapa permasalahan yang dihadapi soal pengembangan NLE. Saat ini pemerintah telah melakukan sejumlah upaya, seperti simplifikasi proses bisnis di pemerintahan, integrasi sistem layanan logistik di pemerintah maupun swasta, hingga kemudahan transaksi pembayaran.
Hal tersebut sejalan dengan telah diluncurkannya Batam Logistic Ecosystem (BLE) pada 18 Maret 2021 oleh Kemenko Marves. Pada masa mendatang, terdapat beberapa isu yang perlu dikoordinasikan, seperti percepatan penerapan NLE di seluruh pelabuhan Pelindo 1, 2, 3 dan 4 yang berjumlah 112, penataan tenaga kerja bongkar muat (TKBM), penataan kelembagaan kekarantinaan, serta penataan tata ruang pelabuhan.
"Kalau kita lihat permasalahannya yaitu belum terjalin konektivitas sistem transportasi laut, darat, udara untuk perpindahan barang dan juga perkembangan teknologi IT," terang dia.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan