Hal tersebut disampaikan Direktur Digital Business Peruri Edwin Purwandesi dalam Executive Forum The Internal Frontline: Fixing the Human Factor in Cybersecurity yang merupakan bagian dari rangkaian ADIGSI Cyber Resilience Day 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta, Agustus 2026.
Edwin mengatakan program awareness keamanan siber bagi pekerja perlu diikuti dengan penyediaan perangkat dan mekanisme yang mendukung penerapannya dalam pekerjaan sehari-hari.
“Kalau kita berikan awareness tapi tidak kita sediakan tools dan platform, awareness-nya akan kehilangan makna. Mari kita teruskan awareness, namun juga kita siapkan framework dan platform yang sesuai dan mendukung awareness tersebut,” ujar Edwin.
Menurut dia, pendekatan keamanan juga perlu dirancang sejak awal melalui konsep security by design. Dengan pendekatan tersebut, sistem tetap memiliki lapisan perlindungan ketika pekerja menghadapi kondisi mendesak atau terdapat proses yang harus dilakukan secara cepat.
Terapkan Keamanan sejak Pengembangan Sistem
Di Peruri, pendekatan security by design diterapkan sejak tahap awal pengembangan sistem. Setiap talent digital maupun mitra diwajibkan mengikuti proses onboarding, menandatangani Pakta Integritas, dan menjalani analisis risiko sebelum memperoleh akses sesuai dengan peran masing-masing atau risk-based access.Setiap sistem juga harus melalui sejumlah tahapan pengujian sebelum digunakan dalam lingkungan produksi. Tahapan tersebut mencakup QA Test, Function Test, hingga Security Test sebelum masuk ke tahap go-to-production.
Selain memperkuat proses, Peruri mulai memanfaatkan teknologi seperti Large Risk Model (LRM) dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk membantu mendeteksi dan memprediksi potensi celah keamanan pada kode pemrograman secara otomatis.
Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya mengantisipasi human factor atau kesalahan prosedur yang dapat terjadi dalam situasi kerja dengan dinamika dan tingkat urgensi tinggi.
Penguatan keamanan siber melalui kombinasi sumber daya manusia, teknologi, dan proses terintegrasi dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi digital. Pendekatan tersebut mencakup perlindungan terhadap teknologi dan data sekaligus memastikan proses serta sumber daya manusia dapat menjalankan aktivitas digital secara aman dan andal.