Ilustrasi. Foto: Freepik
Ilustrasi. Foto: Freepik

Apa Itu Joy Economy? Tren Konsumen yang Mengubah Cara Orang Belanja

Annisa ayu artanti • 04 Agustus 2026 16:08
Ringkasnya gini..
  • Joy economy adalah tren konsumen yang mengutamakan pengalaman menyenangkan saat memilih produk dan brand.
  • Mengenal joy economy, fenomena yang membuat kebahagiaan menjadi faktor penting dalam keputusan belanja.
  • Joy economy mengubah strategi bisnis dengan mengedepankan pengalaman positif dan kedekatan emosional konsumen.
Jakarta: Pernah merasa rela mengeluarkan uang lebih demi pengalaman yang menyenangkan, meski produknya sebenarnya mirip dengan yang lain? Fenomena ini kini dikenal sebagai joy economy atau joyconomy, sebuah tren yang mulai mengubah cara konsumen memilih brand dan membelanjakan uangnya.
 
Di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian, banyak orang tak lagi sekadar mencari harga murah atau kualitas terbaik. Konsumen juga menginginkan pengalaman yang membuat mereka merasa nyaman, bahagia, dan memiliki kedekatan emosional dengan sebuah merek.

Apa Itu Joy Economy?

Joy economy atau joyconomy merupakan tren pemasaran yang mengedepankan pengalaman menyenangkan untuk membangun hubungan emosional antara brand dan konsumen.
 
Melansir laman BCA Prioritas, istilah ini pertama kali diperkenalkan pada 2023 setelah perusahaan kreatif dan konsultan pemasaran global VML mengidentifikasinya sebagai salah satu tren perilaku konsumen yang berkembang di berbagai negara.

Dalam konsep ini, sebuah brand tidak hanya menjual produk atau layanan, tetapi juga menghadirkan pengalaman positif melalui kampanye kreatif, interaksi yang menyenangkan, hingga nilai-nilai yang relevan dengan kehidupan konsumen.
 
Baca juga: Tips Menghindari Impulsive Buying Saat Belanja Online

Mengapa Joy Economy Muncul?

Munculnya joy economy dipicu oleh perubahan perilaku masyarakat setelah menghadapi berbagai tekanan ekonomi dan sosial dalam beberapa tahun terakhir.
 
Di tengah ketidakpastian tersebut, konsumen semakin mencari kebahagiaan sederhana, pengalaman positif, serta aktivitas yang memberi makna dalam kehidupan sehari-hari.
 
Menurut temuan VML, 85 persen konsumen menganggap kebahagiaan (joy) dan tujuan hidup (purpose) sebagai ukuran kehidupan yang baik. Selain itu, 88 persen responden menginginkan pengalaman yang lebih bermakna dalam kesehariannya.
 
Perubahan cara pandang ini akhirnya turut memengaruhi keputusan konsumen saat memilih produk maupun brand.

Joy Economy Mengubah Cara Orang Berbelanja

Tren joy economy membuat pengalaman menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian. Survei Mastercard menunjukkan 70 persen konsumen memprioritaskan pengalaman dalam bucket list mereka, bukan hanya kepemilikan barang.
 
Sementara itu, studi dari Mattel menemukan 85 persen responden menganggap bermain sebagai bagian penting dalam kehidupan, menunjukkan bahwa unsur kesenangan kini memiliki nilai ekonomi yang semakin besar.
 
Bagi brand, kondisi ini berarti konsumen lebih mudah tertarik pada kampanye yang kreatif, interaktif, personal, dan mampu membangun hubungan emosional dibanding sekadar menawarkan diskon atau promosi.
 
Joy economy membuka cara baru bagi perusahaan dalam membangun loyalitas pelanggan. Brand yang mampu menghadirkan pengalaman positif, menciptakan koneksi emosional, serta memberikan nilai yang relevan berpotensi memiliki posisi lebih kuat di tengah persaingan pasar.
 
Karena itu, strategi pemasaran kini tidak hanya berfokus pada kualitas produk, tetapi juga bagaimana sebuah brand dapat menghadirkan rasa bahagia dan pengalaman yang berkesan bagi konsumennya.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan