Dilansir dari laman Pluang pada Selasa, 15 September 2026, perubahan sentimen tersebut terlihat dari komposisi open interest options Bitcoin. Call options kini mencapai 61,39 persen dari total open interest, yang menandakan permintaan lebih besar terhadap spekulasi kenaikan harga dibandingkan dengan perlindungan terhadap penurunan harga.
Kondisi ini membuat pasar Bitcoin berada di posisi yang cukup menarik yang membuat ekspektasi trader mulai mengarah ke kenaikan.
Sementara harga Bitcoin saat ini berada di sekitar USD78.000, masih jauh di bawah level tertingginya pada Oktober 2025 yang berada di atas USD126.000.
Di pasar futures, open interest juga masih berada pada level tinggi, mencapai sekitar USD52,64 miliar, dengan Binance dan CME menjadi dua platform utama yang memimpin aktivitas tersebut.
Sementara itu, strike price untuk call options banyak terkonsentrasi pada kisaran USD70.000 hingga USD 100.000. Level tersebut menunjukkan area harga yang menjadi perhatian trader ketika memasang taruhan terhadap potensi pergerakan Bitcoin berikutnya.
Optimis, tapi Pasar Masih Waspada
Salah satu indikator lain yang diperhatikan trader adalah level max pain atau level harga saat kedaluwarsa kontrak di mana pembeli opsi mengalami kerugian finansial terbesar, yang saat ini berada di bawah harga Bitcoin. Hal tersebut memberikan gambaran bahwa pasar options masih menyimpan ekspektasi yang relatif hati-hati.
Sentimen bullish memang mulai terlihat, tetapi belum bisa diartikan sebagai keyakinan bahwa Bitcoin akan segera kembali ke level tertinggi sepanjang masanya. Trader masih menunggu pergerakan harga untuk menguji ekspektasi tersebut.
Jika Bitcoin mampu mempertahankan momentum dan menembus level-level strike yang menjadi perhatian pasar, sentimen bullish ini berpotensi semakin kuat. Sebaliknya, jika harga kembali tertekan, optimisme yang baru muncul tersebut bisa kembali diuji. (Wisa Irena Br Sitepu)