Mengusung tema “Grand Launching Semen Kujang, Lebih Kokoh & Lebih Kuat”, acara ini dihadiri jajaran Direksi dan Komisaris SIG, mitra distributor, hingga 387 toko bangunan dari Purwakarta, Karawang, Subang, Sumedang, dan Bandung.
Buat SIG, comeback Semen Kujang bukan sekadar menghidupkan kembali merek lama. Ada strategi bisnis di baliknya, yakni mendekatkan produk dengan karakter dan kebutuhan pasar Jawa Barat.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengatakan Semen Kujang dihadirkan kembali karena memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat Jawa Barat sekaligus punya potensi pasar yang besar.
“Bagi kami, ini bukan sekadar memperkenalkan kembali sebuah produk, tetapi menjadi awal dari interaksi dan pengalaman baru bersama pelanggan. Hari ini, kita bersama-sama menyambut kembalinya Semen Kujang,” kata Indrieffouny Indra.
Menurutnya, kehadiran kembali Semen Kujang diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan konstruksi, tetapi juga membangun kembali rasa bangga masyarakat Jawa Barat terhadap produk yang punya sejarah di daerah tersebut.
SIG sendiri merupakan market leader industri bahan bangunan nasional dengan berbagai merek yang sudah dikenal masyarakat, mulai dari Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa, Semen Baturaja, Semen Andalas, Dynamix, hingga berbagai solusi bahan bangunan lainnya.
Dengan Semen Kujang, SIG kini memperkuat portofolionya dengan pendekatan yang lebih lokal dan dekat dengan karakter pasar Jawa Barat.
“Melalui Semen Kujang, kami ingin semakin dekat dengan para distributor, toko bangunan, kontraktor, pengembang, konsultan, tukang bangunan, serta seluruh masyarakat Jawa Barat. Karena kami percaya bahwa keberhasilan pembangunan lahir dari kolaborasi seluruh pelaku industri,” ujar Indrieffouny Indra.
Semen Kujang sudah menjadi bagian dari perjalanan pembangunan Jawa Barat sejak pertama kali diperkenalkan pada 1975.
Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan, mengatakan perusahaan ingin mengembalikan merek yang selama ini menjadi salah satu kebanggaan warga Sunda, tetapi dengan membawa teknologi yang lebih modern.
“Kami ingin mengembalikan merek yang menjadi kebanggaan warga Sunda, sekaligus menghadirkan produk dengan teknologi mutakhir yang lebih kokoh, relevan, dan siap menjawab tantangan masa depan,” ujar Dicky.
Semen Kujang merupakan Portland Composite Cement (PCC) yang memenuhi SNI 7064:2022. Produk ini diproduksi oleh anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, di Pabrik Narogong, Jawa Barat.
Yang membuatnya berbeda, Semen Kujang dilengkapi teknologi Active Micro Particle. Sederhananya, inovasi ini menggunakan butiran mikro yang membantu mengisi rongga material secara lebih optimal. Hasilnya, struktur bangunan diklaim bisa menjadi lebih padat, kuat, dan tahan lama.
“Semen Kujang menjadi kebanggaan kami karena menghadirkan inovasi dengan pendekatan proses produksi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta memiliki daya rekat kuat, permukaan yang lebih halus, dan hasil pengecoran yang lebih padat,” ungkap Dicky.
Gandeng Persib, Biar Makin Dekat dengan Warga Jabar
Comeback Semen Kujang juga dikemas dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat Jawa Barat. SIG menggandeng Persib Bandung dalam kegiatan Meet & Greet yang menghadirkan para pemain Persib, yakni Beckam Putra, Adam Alis, dan Partico Matricardi.Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi SIG untuk membangun pengalaman yang lebih dekat dengan stakeholder sekaligus memperkuat hubungan Semen Kujang dengan masyarakat Jawa Barat.
Acara tersebut turut dihadiri Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, serta tujuh mitra distributor wilayah Bandung.
Tidak hanya itu, SIG juga memberikan apresiasi kepada 22 toko bangunan dengan penjualan produk terbaik di Jawa Barat. Mereka mendapat kesempatan mengikuti sesi Meet & Greet bersama pemain Persib.
Respons pasar terhadap kembalinya Semen Kujang juga mulai terlihat dari cerita para pemilik toko bangunan.
Salah satunya Asni Arini (36), pemilik TB Rama Daris di Sumedang, Jawa Barat. Ia terpilih sebagai pemenang grand prize berupa satu unit motor Honda Beat. Menurut Asni, sejak Semen Kujang kembali beredar, sejumlah konsumen mulai mencarinya.
”Kualitasnya memang sudah teruji, merek ini memang sudah dari dulu banyak yang kenal. Sekarang Semen Kujang balik deui, jadi penjualannya tidak terlalu sulit. Apalagi malam ini Alhamdulillah dapat doorprize motor, jadi makin semangat jualan Semen Kujang,” ungkap Asni.
Cerita serupa datang dari Adin (61), pemilik TB Resna Jaya di Sumedang. Adin mengaku sudah lama mengenal dan percaya terhadap kualitas Semen Kujang. Ketika kembali ditawarkan tim sales SIG pada akhir Juli 2026, ia langsung melakukan pemesanan dalam jumlah besar.
Respons pelanggan di tokonya pun cukup positif. Hingga saat ini, penjualan Semen Kujang di TB Resna Jaya telah mencapai sekitar 3.800 lebih zak.
Atas pencapaian tersebut, Adin meraih penghargaan Juara 1 Top Spender Semen Kujang dan mendapatkan apresiasi berupa 160 zak Semen Kujang.
“Semen Kujang dari dulu sudah saya tahu kualitasnya bagus. Alhamdulillah, senang sekali dan terima kasih banyak kepada SIG, bagus pisan,” ujar Adin.