Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa Chief Financial Officer (CFO) harus memiliki kewenangan yang kuat dan tidak mudah diintervensi karena bertanggung jawab menjaga perusahaan milik rakyat Indonesia.
“Saya betul-betul berharap CFO itu punya power yang kuat, tidak bisa diintervensi siapa pun. Kalau ada yang mengintervensi kalian, pasti saya akan belain karena CFO itu menjaga perusahaan yang dimiliki rakyat Indonesia,” ujar Dony saat bertemu dengan para Chief Financial Officer (CFO) BUMN di Menara BRIlian, Jakarta, pada Kamis, 15 Oktober 2026.
CFO merupakan eksekutif yang bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan perusahaan. Namun, menurut Dony, tanggung jawab tersebut tidak cukup jika hanya berfokus pada pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan, sebab CFO juga perlu memahami model bisnis serta sumber pendapatan atau revenue stream perusahaan.
Pemahaman tersebut diperlukan agar keputusan keuangan benar-benar mendukung keberlanjutan usaha dan pertumbuhan perusahaan.
Dengan mengetahui kondisi bisnis secara menyeluruh, CFO dapat membantu manajemen menilai kemampuan keuangan, menyusun strategi, dan mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan penting.
CFO Harus Bisa Mendeteksi Risiko Sebelum Masalah Membesar
Dony juga menilai kualitas neraca keuangan atau balance sheet perusahaan sangat dipengaruhi kemampuan CFO dalam membaca kondisi bisnis dan menyusun berbagai skenario keuangan. Karena itu, CFO perlu membangun sistem peringatan dini atau early warning system untuk mendeteksi potensi masalah sebelum berdampak lebih besar terhadap kinerja perusahaan.
“Kualitas balance sheet itu ditentukan oleh seberapa hebat CFO-nya. CFO-lah yang membangun skenario dan CFO-lah yang punya early warning system,” ujarnya.
Melalui sistem tersebut, potensi tekanan keuangan maupun risiko bisnis diharapkan dapat dikenali lebih awal sehingga perusahaan memiliki waktu untuk menyiapkan langkah penanganan. Peran ini menjadi penting ketika perusahaan harus menjaga kesehatan keuangan sekaligus menyesuaikan strategi bisnis di tengah proses transformasi.
Selain itu, CFO juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan pengelolaan perusahaan berlangsung secara transparan dan akuntabel. Hal ini semakin penting dalam agenda penataan dan penyederhanaan struktur BUMN atau streamlining, yang diarahkan untuk membuat perusahaan lebih efisien dan berdaya saing.
Dony menegaskan bahwa CFO merupakan salah satu benteng terakhir dalam menjaga integritas perusahaan. Karena itu, setiap proses bisnis dan pengambilan keputusan harus dijalankan secara profesional, tanpa penyimpangan yang dapat merugikan perusahaan maupun kepentingan negara.
“Jaga integritas, kita adalah pagar terakhir, palang pintu. Terakhir sekali yang menjaga perusahaan itu adalah CFO. Jalankan perusahaan kita dengan proper. Transformasi yang kita lakukan ini menuju perusahaan menjadi lebih baik,” tegasnya. (Wisa Irena Br Sitepu)