Ilustrasi WFH. Foto: Unsplash
Ilustrasi WFH. Foto: Unsplash

10 Kota Workcation Terbaik Dunia 2026, Bangkok Nomor 1

Annisa ayu artanti • 20 Agustus 2026 11:53
Ringkasnya gini..
  • Bangkok dinobatkan sebagai kota workcation terbaik dunia 2026, mengungguli Tokyo dan Barcelona.
  • Tokyo, Barcelona, Porto, Vancouver hingga Seoul masuk daftar 10 kota terbaik untuk bekerja sambil bepergian.
  • Tren workcation makin populer seiring lebih banyak perusahaan menerapkan kebijakan work from anywhere dan kerja fleksibel.
Jakarta: Kalau bisa bekerja sambil memperpanjang liburan, kota mana yang paling ideal? Jawabannya pada 2026 adalah Bangkok.
 
Ibu kota Thailand itu dinobatkan sebagai kota terbaik di dunia untuk workcation atau bekerja dari lokasi liburan dalam Work from Anywhere Index 2026 yang dirilis International Workplace Group (IWG).
 
Bangkok menggeser Barcelona, Budapest, dan Tokyo yang sebelumnya mendominasi daftar kota terbaik untuk bekerja dari mana saja. Tahun ini, Tokyo berada di posisi kedua, disusul Barcelona di peringkat ketiga.

Penilaian tersebut mempertimbangkan sejumlah faktor yang kini semakin penting bagi pekerja jarak jauh, mulai dari kecepatan internet, biaya dan ketersediaan akomodasi, transportasi, hingga kuliner, budaya, iklim, serta akses ke ruang kerja fleksibel.

Daftar 10 Kota Workcation Terbaik di Dunia 2026

Berikut daftar 10 kota terbaik untuk workcation berdasarkan Work from Anywhere Index 2026:
  1. Bangkok, Thailand
  2. Tokyo, Jepang
  3. Barcelona, Spanyol
  4. Porto, Portugal
  5. Vancouver, Kanada
  6. Budapest, Hungaria
  7. Naples, Italia
  8. Medellin, Kolombia
  9. Lisbon, Portugal
  10. Seoul, Korea Selatan
Bangkok berada di posisi teratas berkat kombinasi konektivitas, aksesibilitas, daya tarik sebagai kota global, serta biaya yang relatif kompetitif.
 
Sementara itu, daftar tahun ini juga menunjukkan bahwa kota ideal untuk bekerja sambil bepergian tidak lagi hanya berada di Eropa. Asia, Amerika Utara, hingga Amerika Latin kini ikut menjadi pilihan pekerja yang ingin menggabungkan pekerjaan dengan perjalanan.
 
Baca juga: Banyak Kantor Tarik Karyawan, WFA Masih Jadi Andalan Industri Kreatif

Kebijakan Bekerja dari Mana Saja Semakin Banyak Diterapkan

Penelitian terbaru yang diprakarsai oleh IWG, platform kerja terbesar dan penyedia ruang kerja fleksibel di dunia, menemukan lebih dari separuh (51 persen) pekerja menyatakan perusahaan mereka sudah menerapkan kebijakan bekerja dari mana saja (work from anywhere atau WFA).
 
Dampaknya sangat positif 90 persen responden menyatakan WFA telah meningkatkan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi mereka, sementara 80 persen mengatakan hal tersebut meningkatkan produktivitas.
 
Selain itu, kebijakan ini juga memengaruhi keputusan karier, dengan 80 persen responden menyatakan kebijakan tersebut dapat membuat tawaran pekerjaan baru lebih menarik dan 62 persen menyatakan bersedia mempertimbangkan untuk pindah kerja demi mendapatkan kebijakan WFA yang lebih baik.
 
Peringkat tahun 2026 ini muncul di tengah meningkatnya adopsi kebijakan bekerja dari mana saja, seiring karyawan kian mencari destinasi yang dapat mendukung mereka baik secara profesional maupun pribadi. Akses ke ruang kerja fleksibel di destinasi tersebut merupakan bagian penting dari keputusan tersebut, yang disebutkan oleh 38 persen responden sebagai faktor kunci saat memilih lokasi untuk bekerja jarak jauh sembari bepergian.

Fleksibilitas Memungkinkan Pekerja Memperpanjang Durasi Perjalanan

Sistem kerja jarak jauh semakin mengubah cara orang bepergian. Hampir separuh (48 persen) pekerja berencana memperpanjang masa liburan, termasuk liburan singkat, dengan tetap bekerja secara jarak jauh sepanjang 2026. Selain itu, 46 persen mengaku lebih terdorong untuk melakukannya dibandingkan tahun lalu. Tren ini bahkan sudah terlihat, dengan 43 persen pekerja menyatakan pernah bekerja dari lokasi liburan tanpa harus menggunakan jatah cuti tahunan.

Kesejahteraan, Waktu Bersama Keluarga, dan Biaya Menjadi Faktor Pendorong

Menghindari kelelahan dan menjaga kesejahteraan menjadi alasan utama pekerja ingin memperpanjang liburan mereka dengan memanfaatkan sistem kerja jarak jauh, sebagaimana disebutkan oleh 54 persen responden. Alasan ini diikuti oleh keinginan untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga dan teman (53 persen), serta memaksimalkan cuti tahunan (52 persen). Selain itu, tekanan finansial juga memengaruhi perilaku pekerja, sebanyak 51 persen menyatakan bahwa biaya hidup telah mendorong mereka memanfaatkan kebijakan kerja hibrida atau WFA untuk memperpanjang masa liburan.

Konektivitas Tetap Menjadi Pertimbangan Utama

Saat memilih lokasi untuk bekerja jarak jauh sembari bepergian, 38 persen responden menyatakan koneksi Wi-Fi yang andal menjadi prioritas utama, mengungguli faktor akomodasi, makanan, dan transportasi berkualitas tinggi yang dipilih oleh 12 persen responden. Biaya perjalanan dan akomodasi yang lebih terjangkau akan memotivasi 46 persen responden untuk memperpanjang durasi perjalanan sembari bekerja jarak jauh, yang menekankan pentingnya destinasi yang dapat menggabungkan kebutuhan kerja praktis dengan harga yang tetap terjangkau.  

Karyawan Menginginkan Panduan yang Jelas Mengenai Workcation

Data riset ini juga menunjukkan bahwa meskipun minat terhadap perjalanan WFA terus meningkat, karyawan tetap menginginkan kepastian bahwa bekerja secara jarak jauh sembari bepergian dapat diterima dan didukung oleh perusahaan. Panduan yang jelas dan keyakinan mengenai ekspektasi perusahaan dapat mendorong lebih banyak karyawan memanfaatkan skema WFA saat bepergian, dengan 44 persen di antaranya mengatakan akan termotivasi jika mengetahui hal ini tidak akan memengaruhi penilaian terhadap kinerja mereka, dan 39 persen menyebutkan perlunya panduan yang lebih jelas dari perusahaan.
 
Executive Chairman and Founder of IWG, Mark Dixon mengatakan pihaknya melihat semakin banyak pekerja yang memperpanjang perjalanan mereka untuk bekerja secara jarak jauh atau memilih menghabiskan waktu lebih lama di luar negeri sebagai pekerja jarak jauh atau digital nomad.
 
"Tren ini akan terus berlanjut seiring semakin banyak perusahaan menerapkan kebijakan kerja fleksibel dan WFA dalam jangka panjang, khususnya selama periode liburan. Kebijakan ini tidak hanya meningkatkan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi serta mengurangi kelelahan, tetapi juga memberikan peningkatan produktivitas yang signifikan,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis, 20 Agustus 2026.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan