Jakarta: PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA bersama PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) telah menuntaskan proses pemeriksaan dan perawatan tujuh rangkaian KRL iE305. Seluruh rangkaian tersebut kini kembali dioperasikan untuk mendukung pelayanan Commuter Line.
Senior Manager Corporate Communications and Representative Office PT INKA (Persero) Nanang Agung Rohmandiyas mengatakan seluruh tujuh trainset telah kembali melayani perjalanan penumpang.
“Seluruh tujuh trainset telah kembali beroperasi. Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang,” ujar Nanang dilansir dari Metrotvnews.
Menurut Nanang, INKA bersama KAI Commuter tetap melakukan pemantauan terhadap armada yang telah kembali beroperasi. Apabila terdapat gangguan teknis ringan, tim teknis akan segera melakukan pemeriksaan dan penanganan.
Pemeliharaan berkala juga tetap dilakukan untuk memastikan setiap komponen dan sistem pada rangkaian kereta berada dalam kondisi optimal.
Tujuh rangkaian KRL iE305 seri CLI-225 dan CLI-226 produksi INKA sebelumnya menjalani pemeriksaan umum dan perawatan menyeluruh di fasilitas Overhaul Manggarai dan Depok.
Proses tersebut melibatkan tim teknis dan penjaminan mutu INKA, KAI Commuter, serta pihak terkait lainnya. Pemeriksaan dilakukan terhadap berbagai komponen dan sistem utama pada rangkaian kereta.
Selain perawatan, koordinasi teknis antara INKA dan KAI Commuter juga terus dilakukan untuk memantau performa armada setelah kembali digunakan dalam kegiatan operasional.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga aspek keselamatan, keandalan sarana, sekaligus kenyamanan masyarakat yang menggunakan layanan Commuter Line.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan kembalinya tujuh trainset tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan armada, terutama untuk memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat pada lintas dengan tingkat kepadatan tinggi.
“Pengoperasian kembali ketujuh trainset CLI 225 itu diharapkan dapat memenuhi kapasitas angkut pengguna pada layanan perjalanan Commuter Line Bogor yang merupakan lintas dengan volume pelanggan tinggi,” kata Karina.
KAI Commuter mencatat jumlah pengguna Commuter Line Jabodetabek pada lintas Bogor hingga triwulan III 2026 mencapai 119.388.432 orang.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 43,98 persen dari total pengguna Commuter Line di seluruh lintas Jabodetabek yang telah mencapai lebih dari 271,48 juta orang.
Dengan kembali beroperasinya tujuh rangkaian KRL tersebut, penyesuaian pola operasi yang sebelumnya diterapkan selama masa perawatan juga dapat diselesaikan.
Salah satunya berkaitan dengan penggunaan sarana Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta yang sebelumnya diperbantukan untuk mendukung pelayanan di lintas Tanjung Priok.
Karina menjelaskan, pengaturan dan rotasi sarana selama periode perawatan merupakan bagian dari strategi KAI Commuter untuk mengoptimalkan armada yang tersedia.
“Penyesuaian peredaran sarana kereta selama masa perawatan tersebut merupakan optimalisasi layanan dengan memaksimalkan sarana yang ada, sehingga jumlah perjalanan tetap menjaga jarak antarperjalanan pada jam sibuk, pagi, dan sore hari,” ujarnya.
Dengan seluruh rangkaian yang telah kembali tersedia, KAI Commuter dapat mengoptimalkan kapasitas armada untuk menopang kebutuhan mobilitas penumpang, khususnya pada lintas Bogor yang memiliki volume pengguna tinggi.