Ilustrasi penyaluran KUR Bank Mandiri. Foto: Bank Mandiri
Ilustrasi penyaluran KUR Bank Mandiri. Foto: Bank Mandiri

Bank Mandiri Kucurkan KUR Rp29,53 Triliun hingga Agustus, Pertanian Jadi Penerima Terbesar

Annisa ayu artanti • 30 September 2026 10:53
Ringkasnya gini..
  • Bank Mandiri menyalurkan KUR Rp29,53 triliun hingga Agustus 2026 atau 72,03% dari target tahunan.
  • Sebanyak 64,48% KUR Bank Mandiri mengalir ke sektor produksi, dengan pertanian menjadi penerima terbesar.
Jakarta: Bank Mandiri telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp29,53 triliun hingga 31 Agustus 2026. Dari total tersebut, sebanyak 64,48 persen atau Rp19,04 triliun mengalir ke sektor produksi.

Penyaluran KUR tersebut telah menjangkau 223.284 debitur UMKM di berbagai wilayah Indonesia. Capaian Rp29,53 triliun itu juga setara dengan 72,03 persen dari target penyaluran KUR Bank Mandiri sepanjang 2026 sebesar Rp41 triliun.

Besarnya porsi pembiayaan ke sektor produksi menunjukkan fokus Bank Mandiri dalam mendorong aktivitas usaha yang berkaitan langsung dengan kegiatan ekonomi dan ketahanan pangan.

Pertanian Jadi Penerima KUR Terbesar

Dari total penyaluran KUR ke sektor produksi, pertanian menjadi sektor dengan alokasi terbesar.

Hingga Agustus 2026, penyaluran KUR Bank Mandiri ke sektor pertanian mencapai Rp9,84 triliun atau 33,32 persen dari total KUR.

Berikutnya, sektor jasa produksi menerima Rp6,47 triliun atau 21,92 persen, sedangkan industri pengolahan mendapatkan Rp2,28 triliun atau 7,75 persen.

Penyaluran lainnya mencakup sektor perikanan sebesar Rp424 miliar atau 1,44 persen serta sektor pertambangan sebesar Rp14,62 miliar atau 0,05 persen.

Secara keseluruhan, sektor produksi mendapatkan Rp19,04 triliun atau 64,48 persen dari total KUR Bank Mandiri. Sementara itu, Rp10,48 triliun atau 35,52 persen disalurkan ke sektor nonproduksi.
   

Bank Mandiri Fokus Perluas Pembiayaan Sektor Produktif

Senior Vice President Micro Development and Agent Banking Bank Mandiri Bayu Trisno Arief Setiawan mengatakan penyaluran KUR diarahkan untuk membuka akses pembiayaan yang dapat membantu pelaku usaha meningkatkan produktivitas, memperkuat kapasitas usaha, dan berkembang bersama ekosistem di sekitarnya.

"Ketika UMKM khususnya pada sektor produksi bertumbuh, maka terdapat peluang bagi pemerataan tingkat kesempatan kerja, peningkatan rasio nilai tambah, serta keberlangsungan ketahanan pangan sebagai bagian dari program strategis nasional. Karena itu, pembiayaan KUR kami arahkan untuk mendukung Sektor Produksi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip Rabu, 30 September 2026.

NPL KUR Bank Mandiri di Bawah 1 Persen

Lebih lanjut, hingga 31 Agustus 2026, kualitas penyaluran KUR Bank Mandiri tetap terjaga dengan non-performing loan (NPL) di bawah 1 persen. Di sisi lain, Bank Mandiri juga terus memperluas akses bagi pelaku usaha yang sebelumnya belum memperoleh pembiayaan KUR.

Secara historis, sejak pertama kali menyalurkan KUR pada 2008 hingga 31 Agustus 2026, Bank Mandiri telah menyalurkan Rp332,77 triliun kepada 3,81 juta debitur. 

Sepanjang periode 2026, penyaluran KUR kepada debitur baru mencapai 157.839 debitur, atau 71,75 persen dari target tahun 2026 sebanyak 220.000 debitur. Capaian tersebut turut mencerminkan konsistensi bank berlogo pita emas ini dalam menjalankan mandat pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan bagi usaha mikro dan kecil sekaligus mendorong inklusi keuangan.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan