Jakarta: PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mewajibkan seluruh pengguna jasa penyeberangan pada periode pascalebaran menunjukkan hasil negatif covid-19. Khususnya di lintasan tersibuk Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk demi mencegah terjadinya peningkatan kasus covid-19 di Indonesia usai libur Lebaran.
"Diperkirakan, pada akhir pekan ini akan mulai terjadi pergerakan arus penumpang dan kendaraan pascalebaran, khususnya dari Sumatra menuju kota-kota di Jawa, termasuk Jakarta, sehingga pengecekan akan mulai dilakukan secara ketat pada Sabtu, 15 Mei di seluruh check point Lampung, hingga Pelabuhan Bakauheni," kata Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin dalam pernyataan pers, Sabtu, 15 Mei 2021.
Shelvy menjelaskan ASDP telah mempersiapkan sarana dan prasarana dalam menghadapi layanan pascalebaran 18-24 Mei agar tetap berjalan lancar, aman, nyaman, dan selamat.
Pada layanan pascalebaran, rencananya akan diterapkan pola operasi normal dengan kapasitas angkut kapal yang maksimal. Untuk di lintasan Merak-Bakauheni akan dioperasikan 34 unit kapal, sedangkan di lintasan Ketapang-Gilimanuk akan dioperasikan 32 unit kapal per hari.
Ia pun mengimbau pengguna jasa agar mempersiapkan perjalanannya, dengan melakukan reservasi tiket secara online via Ferizy, terutama di lintas Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk.
"Sejak diterapkan pembelian tiket online di Pelabuhan Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk mulai 1 Mei 2020, beli tiket via online semakin mudah, bisa melalui ponsel dan dapat beli tiket mulai H-60 hingga maksimal dua jam sebelum keberangkatan," pungkas dia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan