Media Gathering #BeliLokal oleh Tokopedia dan TikTok Shop. Foto: Medcom/Wisa Irena Br Sitepu
Media Gathering #BeliLokal oleh Tokopedia dan TikTok Shop. Foto: Medcom/Wisa Irena Br Sitepu

Tren Belanja F&B Meningkat, Tokopedia dan TikTok Shop Catat 66 Juta Transaksi

Annisa ayu artanti • 27 Oktober 2026 15:05
Ringkasnya gini..
  • Transaksi F&B di Tokopedia dan TikTok Shop mencapai 66 juta pada kuartal III 2026, naik 30 persen secara tahunan.
  • Jumlah penjual F&B tumbuh 45 persen, sementara penjual frozen food meningkat 80 persen.
  • Konten digital, live shopping, dan afiliasi menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk menjangkau konsumen baru.
Jakarta: Konten makanan yang muncul di media sosial kini tidak hanya menjadi sumber inspirasi kuliner, tetapi juga bisa mendorong konsumen untuk berbelanja. Mulai dari camilan viral hingga  frozen food untuk stok di rumah, pengalaman menemukan produk melalui konten digital semakin membuka peluang bagi bisnis makanan dan minuman atau food and beverage (F&B).

Tren tersebut turut terlihat di Tokopedia dan TikTok Shop, yang disampaikan dalam acara Media Gathering #BeliLokal oleh Tokopedia dan TikTok Shop: Membawa Produk Lokal dari Kebun AstyFarm ke Keluarga Indonesia pada Selasa, 27 Oktober 2026. 

Perkembangan bisnis kuartal III 2026 kedua platform mencatat pertumbuhan positif pada kategori F&B, baik dari sisi transaksi maupun jumlah penjual. Local Business Empowerment Tokopedia & TikTok Shop Indonesia, Cut Dartina Rinatha, memaparkan bahwa jumlah transaksi mencapai 66 juta pada kuartal III 2026. Angka tersebut tumbuh 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Rinatha juga menyampaikan bahwa pertumbuhan positif juga terlihat dari sisi penjual, di mana jumlah penjual kategori F&B meningkat 45 persen secara tahunan. Sementara itu, jumlah penjual pada subkategori frozen food tumbuh lebih tinggi, yaitu 80 persen.

“Untuk quarter III 2026, kami mengalami positive growth di Tokopedia dan TikTok Shop,” ujar Rinatha.

Pertumbuhan tersebut memperlihatkan bahwa peluang bisnis makanan di platform digital tidak hanya berkaitan dengan produk yang sudah populer. Pelaku usaha juga memiliki kesempatan memperluas pasar melalui kategori yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, termasuk makanan beku.

Rinatha juga menjelaskan bahwa pertumbuhan transaksi F&B mulai terlihat di luar Jakarta, termasuk wilayah Sumatra dan Bali. Untuk subkategori frozen food, pertumbuhan juga terpantau di Lampung dan Yogyakarta.

Perluasan pertumbuhan ke berbagai daerah ini menunjukkan bahwa pasar digital dapat membuka akses konsumen yang lebih luas bagi penjual, tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasar di kota besar.

   

Konten Digital Buka Peluang Baru bagi Pelaku Usaha


Salah satu tren yang ikut mendorong perkembangan bisnis F&B adalah discovery commerce, yaitu ketika konsumen menemukan produk melalui konten digital sebelum memutuskan untuk membeli.

Rinatha menjelaskan bahwa konsumen dapat mengenal makanan dan minuman melalui video pendek, siaran langsung, hingga rekomendasi kreator. Ia juga menyebut sekitar delapan juta pencarian berkaitan dengan topik kuliner, camilan, dan makanan sehat.

“Dari Tokopedia atau buat Tiktok Shop sendiri, kita itu ada tagar, misalnya cemilan ataupun jelajah kuliner, jajanan TikTok,makanan sehat, dan cemilan sehat. Itu sekitar 8 juta unggahan,” ujarnya.

Menurutnya, konten dan live shopping dapat membantu konsumen mengenal produk secara lebih dekat. Sementara itu, kreator afiliasi dapat berperan memperkenalkan produk kepada audiens yang mungkin belum pernah menjangkaunya.

“Dengan semangat World Food Day, kami dengan kampanye #BeliLokal ingin terus bertumbuh bisnis lokal,” kata Rinatha. (Wisa Irena Br Sitepu)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan