Berdasarkan laporan keuangan tidak diaudit, Perseroan mencatat pendapatan bersih sebesar Rp7,7 triliun pada semester I 2026 atau turun tipis 1 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Meski demikian, kualitas profitabilitas menunjukkan perbaikan. Laba kotor meningkat 6 persen menjadi Rp691 miliar, sedangkan laba usaha naik 25 persen menjadi Rp366 miliar. Margin laba kotor turut meningkat menjadi 9 persen, margin laba usaha menjadi 4,7 persen, dan margin laba bersih menjadi 4,4 persen.
Segmen distribusi dan ritel masih menjadi penopang
Segmen distribusi dan ritel masih menjadi kontributor utama kinerja Perseroan. Pendapatan bersih segmen ini tercatat Rp7,3 triliun atau hanya turun 0,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.Pada bisnis distribusi, penjualan sepeda motor MPMulia turun 3 persen menjadi Rp6 triliun. Namun, pendapatan dari layanan purna jual meningkat 9 persen menjadi Rp751 miliar.
Sementara itu, bisnis ritel mencatat pertumbuhan dengan penjualan sepeda motor naik 6 persen menjadi Rp1,7 triliun. Pendapatan layanan purna jual juga meningkat lebih dari 9 persen menjadi Rp51 miliar.
Perbaikan komposisi pendapatan mendorong laba kotor segmen distribusi dan ritel naik 6 persen menjadi Rp616 miliar, dengan margin laba kotor meningkat dari 7,9 persen menjadi 8,5 persen.
Bisnis asuransi dan transportasi jaga profitabilitas
Pada segmen asuransi, MPMInsurance membukukan pendapatan sebesar Rp434 miliar atau turun 10 persen dibandingkan tahun lalu. Penurunan terutama dipengaruhi melemahnya kontribusi dari lini asuransi kendaraan bermotor.Meski pendapatan menurun, hasil jasa asuransi justru meningkat 4 persen menjadi Rp77 miliar setelah Perseroan berhasil menekan biaya jasa asuransi sebesar 13 persen.
Di sisi lain, bisnis penyewaan kendaraan melalui MPMRent membukukan pendapatan Rp706 miliar atau turun 4 persen. Penurunan dipengaruhi berkurangnya jumlah armada yang disewakan, layanan pengemudi, serta penjualan mobil bekas.
Namun, laba kotor segmen ini meningkat 11 persen menjadi Rp163 miliar, dengan margin laba kotor naik menjadi 23,1 persen berkat efisiensi biaya dan perbaikan komposisi bisnis.
Rugi segmen pembiayaan menyusut
Pada bisnis pembiayaan melalui JACCS MPMFinance Indonesia, pendapatan bersih tercatat Rp311 miliar atau turun 43 persen secara tahunan.Perseroan menerapkan strategi pembiayaan yang lebih selektif dan prudent sehingga berhasil menekan beban operasional sebesar 45 persen menjadi Rp275 miliar. Langkah tersebut, ditambah penurunan beban pencadangan, membuat rugi bersih segmen menyusut 58 persen, dari Rp97 miliar pada semester I 2025 menjadi Rp41 miliar pada semester I 2026.
Group Chief Financial Officer MPMX, Beatrice Kartika, mengatakan fokus Perseroan pada kualitas pertumbuhan mulai menunjukkan hasil positif.
"Kami mampu mempertahankan pendapatan secara relatif stabil sekaligus memperbaiki margin di berbagai segmen usaha melalui disiplin dalam pengelolaan biaya serta penguatan kualitas portofolio. Ke depan, kami akan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kehati-hatian, dan efisiensi agar Perseroan dapat terus mencatatkan kinerja yang berkelanjutan," ujar Beatrice.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda