Jeff Bezos. Foto: AFP
Jeff Bezos. Foto: AFP

Kabar Baik! Jeff Bezos Yakin AI Tak Akan Gantikan Manusia, Justru Ciptakan Banyak Pekerjaan

Annisa ayu artanti • 18 Juni 2026 14:07
Ringkasnya gini..
  • Jeff Bezos menilai AI akan menciptakan lebih banyak pekerjaan, bukan menggantikan manusia.
  • AI diperkirakan mengambil tugas repetitif dan membuka profesi baru di berbagai sektor.
  • Keterampilan digital dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci sukses di era AI.
Jakarta: Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sering disebut sebagai teknologi yang berpotensi menggantikan jutaan pekerjaan manusia. 
 
Namun, pendiri Amazon, Jeff Bezos, memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, AI justru akan membuka lebih banyak peluang kerja dan meningkatkan kebutuhan terhadap tenaga manusia di masa depan.
 
Pernyataan tersebut disampaikan Bezos saat menghadiri konferensi teknologi di Paris. 

Di tengah kekhawatiran global mengenai dampak AI terhadap dunia kerja, miliarder asal Amerika Serikat itu menegaskan bahwa teknologi bukanlah ancaman bagi manusia, melainkan alat yang dapat membantu menciptakan produktivitas dan peluang baru.
 
Baca juga: AI Makin Canggih, Ini 10 Pekerjaan yang Mustahil Digantikan Robot

AI diprediksi menciptakan lebih banyak pekerjaan

Perkembangan AI dalam beberapa tahun terakhir memicu berbagai spekulasi mengenai masa depan pekerjaan. Banyak pihak khawatir teknologi ini akan menggantikan peran manusia di berbagai sektor industri.
 
Namun, Bezos menilai kekhawatiran tersebut berlebihan. Ia justru melihat AI sebagai pendorong munculnya profesi baru yang saat ini mungkin belum pernah dibayangkan sebelumnya.
 
"Saya tahu ada banyak kekhawatiran yang dimiliki banyak orang, termasuk banyak orang pintar, bahwa AI akan membuat manusia menjadi tidak dibutuhkan dan sebagainya," kata Bezos dikutip dari BBC, Kamis, 18 Juni 2026.
 
"Saya sangat tidak setuju dengan sudut pandang ini. Dan saya pikir, sebenarnya, AI akan menciptakan kekurangan tenaga kerja," tegasnya.
 
Ia menjelaskan gambaran optimis tentang peran AI di masa depan dalam masyarakat. Menurutnya, manusia dibatasi bukan oleh kurangnya ambisi, tetapi oleh hambatan yang dapat dihilangkan oleh teknologi.
 
Ia pun berbicara tentang usaha AI barunya, Prometheus, yang justru membantu percepatan manufaktur fisik terutama pada sektor yang semakin terotomatisasi.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan