Jakarta: Keandalan pasokan listrik tidak hanya bergantung pada pembangkit. Infrastruktur yang memasok energi primer juga harus dipastikan tetap aman dan beroperasi tanpa gangguan.
Hal ini menjadi perhatian PT PLN Energi Gas (PLN EG) yang memperkuat pengamanan Fasilitas Penyimpanan dan Regasifikasi LNG Tarakan melalui kerja sama dengan Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Kalimantan Utara.
Kerja sama tersebut dituangkan dalam Pedoman Kerja Teknis (PKT) tentang Penyelenggaraan Pengamanan Objek Vital Nasional dan Objek Tertentu di wilayah kerja PLN Energi Gas, khususnya fasilitas LNG Tarakan.
Penandatanganan dilakukan di Tarakan pada 31 Agustus 2026 oleh Direktur Operasi PLN Energi Gas Mohammad Faradhy dan Direktur Pamobvit Polda Kalimantan Utara Kombes Pol. Joko Bintoro, S.H., S.I.K., M.H.
Direktur Operasi PT PLN Energi Gas, Mohammad Faradhy, menyampaikan bahwa pengamanan fasilitas energi merupakan bagian penting dalam menjaga kontinuitas operasional serta mendukung keandalan penyediaan energi bagi sistem kelistrikan.
“Keandalan infrastruktur energi tidak hanya ditentukan oleh kesiapan fasilitas dan aspek teknis, tetapi juga membutuhkan sistem pengamanan yang terkoordinasi dan responsif. Melalui Pedoman Kerja Teknis ini, kami berharap sinergi antara PLN Energi Gas dan Polda Kalimantan Utara semakin kuat dalam menjaga keamanan Fasilitas Penyimpanan dan Regasifikasi LNG Tarakan sehingga dapat terus beroperasi secara aman dan andal,” ujar Faradhy dalam keterangan tertulis, Sabtu, 19 September 2026.
Fasilitas Penyimpanan dan Regasifikasi LNG Tarakan memiliki peran strategis dalam mendukung rantai pasok LNG bagi pembangkit listrik di Tarakan.
Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya PLN Group dalam memastikan ketersediaan energi primer sekaligus mendukung pemanfaatan gas sebagai energi primer untuk pembangkitan listrik.
Sementara itu, Joko menegaskan pentingnya kolaborasi dan koordinasi antara kepolisian dan pengelola objek dalam membangun sistem pengamanan yang efektif.
“Sinergi dan koordinasi menjadi kunci dalam penyelenggaraan pengamanan objek vital dan objek tertentu. Melalui sinergi ini, diharapkan pelaksanaan pengamanan dapat berjalan semakin terarah, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik operasional fasilitas,” ujarnya.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan