Menteri Investasi Bahlil Lahadalia - - Foto: dok BKPM
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia - - Foto: dok BKPM

Bahlil Ungkap Kronologis Larangan Ekspor Batu Bara RI

Ekonomi Ekspor Pembangkit Listrik batu bara PLN DMO Batu Bara Bahlil Lahadalia Pengusaha tambang batu bara Larangan Ekspor Batu Bara
Putri Rosmala • 16 Januari 2022 09:16
Jakarta: Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menegaskan keputusan pemerintah yang sempat menghentikan izin ekspor batu bara merupakan hal yang sangat tepat. Keputusan itu dilakukan setelah melakukan pertimbangan dalam menjaga pasokan listrik di dalam negeri.
 
Sebelum menghentikan izin ekspor, pemerintah mendapati stok batu bara nasional di level kritis. Padahal Indonesia merupakan salah satu negara pemasok batu bara terbesar dunia.  Kondisi itu tampak janggal sehingga pemerintah menemukan fakta bahwa tak sedikit pengusaha nakal yang enggan memenuhi kewajiban DMO batu bara. 
 
“Ada sebagian pengusaha batubara tak memenuhi kewajiban untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri itu mengapa terjadi kelangkaan, karena harga di luar negeri lebih tinggi,” ujar Bahlil, dalam program Newsmaker Medcom.id yang dikutip Minggu, 16 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dijelaskan Bahlil, setiap pengusaha batu bara wajib menyisihkan setidaknya 25 persen dari total produksi mereka untuk pasokan listrik dalam negeri. Dalam hal ini mereka harus menyisihkannya untuk jatah pembelian yang dilakukan PLN.  
 
Dalam membuat keputusan pelarangan ekspor, pemerintah juga tidak melakukannya dengan sewenang-wenang atau mendadak. Melainkan sudah memberikan peringatan lebih dulu bagi para pengusaha.  
 
“Sekali dua kali diperingatkan, kalau sampai ketiga kali masih juga belum patuh ya kita cabut izin ekspornya,” ujar Bahlil.  
 
Ia mengatakan komplain dan tentangan atas keputusan tersebut sangat banyak berdatangan. Terutama dari kalangan pengusaha yang selama ini sudah patuh tapi ikut terdampak pelarangan ekspor. Tak hanya dari kalangan pengusaha, tapi juga dari negara-negara tetangga.  
 
“Tapi tetap harus ditindak tegas, saya katakan disini bahwa negara yang mengatur pengusaha bukan pengusaha yang mengatur negara,” ujarnya.  
 
Meski begitu, Bahlil mengatakan saat ini izin ekspor perlahan-lahan sudah mulai kembali dibuka. Namun, secara bertahap. Hanya perusahaan yang telah menyelesaikan kewajibannya memenuhi pasokan batu bara untuk dalam negeri saja yang sudah kembali boleh melakukan ekspor.
 
“Jadi total sebelas hari kami menghentikan ekspor batu bara,” ujarnya.  
 
Bahlil berharap setelah ini tak ada lagi pengusaha yang nakal tidak memenuhi kewajibannya. Selain itu, ia mengatakan pemerintah juga tengah melakukan perbaikan bagi PLN agar tak kembali melakukan beberapa kesalahan. Seperti diketahui salah satu penyebab krisis batu bara ialah akibat kesalahan internal PLN dalam mengurus rantai pasokan batu bara di dalam negeri.  
 
“Ini sedang sangat diperhatikan dan dengan serius diselesaikan oleh pemerintah khususnya Pak Erick Thohir agar PLN bisa lebih baik dan kesalahan seperti ini tak lagi terjadi,” ujarnya.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif