COO Danantara, Dony Oskaria. Foto: BP BUMN
COO Danantara, Dony Oskaria. Foto: BP BUMN

IFG Pangkas 12 Entitas, Fokus Perkuat Tata Kelola dan Cegah Kesalahan Investasi

Annisa ayu artanti • 23 Juli 2026 16:48
Ringkasnya gini..
  • IFG menyederhanakan 12 entitas untuk memperkuat efisiensi dan tata kelola perusahaan.
  • Dony Oskaria menilai misinvestment menjadi akar persoalan industri asuransi BUMN.
  • Transformasi difokuskan pada manajemen risiko dan investasi yang lebih sehat.
Jakarta: Transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus berlanjut melalui program penyederhanaan atau streamlining perusahaan. Di sektor asuransi dan penjaminan, Indonesia Financial Group (IFG) memangkas 12 entitas sebagai bagian dari penguatan holding dan tata kelola perusahaan.
 
Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan hingga Juli 2026, program streamlining telah memangkas sekitar 250 entitas BUMN dan menghasilkan efisiensi biaya mencapai Rp50 triliun. 
 
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria menyatakan, keberhasilan transformasi tidak hanya diukur dari penyederhanaan struktur perusahaan, tetapi juga dari perbaikan kualitas pengelolaan investasi. 

Menurutnya, berbagai persoalan yang selama ini terjadi di industri asuransi berakar pada penempatan investasi yang tidak seimbang dengan kewajiban (liabilities), sehingga meningkatkan eksposur risiko perusahaan.
 
Baca juga: Danantara Dorong Transformasi Waskita, Jalan Tol Jadi Andalan

“Kita belajar dan memetakan persoalan-persoalan yang terjadi sebelumnya. Salah satu yang paling banyak terjadi adalah misinvestment. Selama ini banyak persoalan muncul karena tidak seimbang antara liabilities dan investasinya. Inilah yang menyebabkan kita terekspos dengan risiko yang cukup besar,” kata Dony dalam pertemuan bersama jajaran Direksi IFG yang membahas percepatan program streamlining, perkembangan transformasi holding, serta penguatan tata kelola dan efisiensi perusahaan asuransi BUMN, dikutip pada Kamis, 23 Juli 2026.
 
Ia juga mengingatkan adanya ketidakseimbangan portofolio investasi yang perlu segera diselesaikan. Dony menilai pertumbuhan kewajiban yang tidak diimbangi dengan kinerja aset investasi, khususnya pada portofolio properti, berpotensi memperlebar kesenjangan keuangan perusahaan apabila tidak segera ditangani.
 
“Sekarang kita menyadari ada ketidakseimbangan dalam portofolio kita. Saya khawatir gap-nya justru semakin besar karena liabilities terus meningkat, sementara ada portofolio di sisi properti yang belum menghasilkan margin yang cukup untuk menutupi kewajiban tersebut. Ini harus diselesaikan dengan cepat,” tegas Dony.
 
Melalui transformasi holding dan program streamlining, IFG diarahkan untuk membangun sistem pengelolaan investasi yang lebih disiplin, memperkuat manajemen risiko, serta memastikan pengembangan produk asuransi dilakukan berdasarkan analisis risiko yang sehat. 
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan keberlanjutan industri asuransi BUMN sekaligus mencegah terulangnya kesalahan investasi di masa mendatang.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan