Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar. Foto: Istimewa.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar. Foto: Istimewa.

Pemerintah Perkuat Ekosistem Produk Halal, UMKM Didorong Penuhi Sertifikasi

Arif Wicaksono • 21 Oktober 2026 09:45
Ringkasnya gini..
  • Pemerintah memperkuat ekosistem produk halal nasional melalui edukasi, pendampingan, dan fasilitasi sertifikasi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
  • Upaya ini dilakukan untuk membantu pelaku usaha memenuhi ketentuan sertifikasi halal sekaligus meningkatkan daya saing produk di pasar domestik maupun digital.
Bandung: Pemerintah memperkuat ekosistem produk halal nasional melalui edukasi, pendampingan, dan fasilitasi sertifikasi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Upaya ini dilakukan untuk membantu pelaku usaha memenuhi ketentuan sertifikasi halal sekaligus meningkatkan daya saing produk di pasar domestik maupun digital.

Langkah tersebut melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kementerian Perindustrian melalui kolaborasi dengan Tokopedia dan TikTok Shop. Dalam program yang digelar di Bandung pada 20 Oktober 2026, sebanyak 150 UMKM di Jawa Barat mendapatkan fasilitasi sertifikasi halal serta pelatihan pemasaran digital. 
 
Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelaku usaha terhadap sertifikasi halal, khususnya industri kecil dan menengah (IKM). Selain membantu kesiapan pelaku usaha menghadapi pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan UMKM memasarkan produknya melalui platform digital.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengatakan, pemberdayaan UMKM perlu diwujudkan melalui program yang memberikan manfaat langsung kepada pelaku usaha. Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah dan platform digital dapat membantu UMKM memahami proses sertifikasi halal sekaligus mengembangkan keterampilan pemasaran untuk menangkap peluang ekonomi digital.

"Pemberdayaan UMKM harus diwujudkan melalui langkah nyata. Kami mengapresiasi inisiatif Tokopedia dan TikTok Shop yang menggabungkan edukasi sertifikasi halal dengan keterampilan pemasaran digital untuk membantu UMKM memenuhi ketentuan yang berlaku dan memanfaatkan peluang ekonomi digital," ujarnya.

Target sertifikasi halal menjadi perhatian pemerintah

Penguatan ekosistem halal juga berkaitan dengan target Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mencapai 644.116 produk bersertifikat halal pada 2026. Untuk mencapai target tersebut, peningkatan pemahaman pelaku usaha mengenai prosedur dan manfaat sertifikasi menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam program tersebut, Indonesia telah memiliki 14,68 juta produk bersertifikat halal yang berasal dari 3,47 juta pelaku usaha. Angka ini menggambarkan cakupan sertifikasi yang telah terbentuk, sekaligus menunjukkan pentingnya memperluas akses bagi pelaku usaha yang belum memperoleh sertifikat.

Melalui kolaborasi tersebut, UMKM mendapatkan edukasi mengenai tahapan pengajuan sertifikasi halal. Pelaku usaha yang memenuhi persyaratan juga berkesempatan memperoleh fasilitasi sertifikasi gratis melalui skema self-declare.

Skema ini memungkinkan pelaku usaha mikro dan kecil yang memenuhi kriteria mengajukan sertifikasi halal berdasarkan pernyataan halal sesuai ketentuan yang berlaku, dengan pendampingan dari pihak yang berwenang. Karena itu, pemahaman mengenai persyaratan, bahan yang digunakan, dan proses produksi menjadi bagian penting dalam kesiapan pelaku usaha.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan, pemerintah terus mendorong kesiapan industri kecil dan menengah melalui sosialisasi regulasi, edukasi, pendampingan teknis, serta sertifikasi halal.

Menurut dia, keterlibatan platform digital dalam program pendampingan dapat membantu pelaku IKM meningkatkan kesiapan usaha dan daya saing produk.

Upaya tersebut menunjukkan bahwa penguatan industri halal tidak hanya berkaitan dengan penerbitan sertifikat, tetapi juga membutuhkan pemahaman regulasi, kesiapan proses produksi, serta kemampuan pelaku usaha menjaga pemenuhan standar yang berlaku.

Sertifikasi halal dan pemasaran digital berjalan beriringan

Selain pemenuhan sertifikasi, program di Bandung memberikan pelatihan pemasaran digital yang mencakup pembuatan video pendek, sesi siaran langsung atau LIVE, serta pemanfaatan pemasaran afiliasi.

Keterampilan tersebut ditujukan untuk membantu UMKM memperluas jangkauan konsumen setelah meningkatkan kesiapan produknya. Dalam perdagangan digital, kemampuan menyampaikan informasi produk melalui konten menjadi salah satu cara bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk dan membangun hubungan dengan calon pembeli.

Senior Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia Vonny Susamto mengatakan, sertifikasi halal dapat membantu membangun kepercayaan konsumen, sedangkan keterampilan membuat konten digital mendukung pengembangan merek dan pemasaran produk. Menurut dia, kombinasi kedua aspek tersebut diharapkan dapat membantu UMKM mengembangkan bisnis secara berkelanjutan melalui ekosistem perdagangan digital.

Tokopedia dan TikTok Shop juga menyampaikan bahwa pertumbuhan pesanan secara nasional melalui fitur LIVE dan video pendek masing-masing mencapai 59% dan 135%. Data tersebut menjadi gambaran perkembangan kanal pemasaran berbasis konten, meskipun tidak secara langsung menggambarkan dampak program sertifikasi halal terhadap penjualan UMKM.

Pengalaman pelaku usaha turut memperlihatkan peran sertifikasi dalam membangun kepercayaan pasar. Salma Nabila, pemilik Brownies Bella, UMKM asal Bandung, mengatakan proses pengurusan sertifikasi halal sejak 2025 membuat usahanya lebih percaya diri dalam memasarkan produk dan menjangkau konsumen.

Sementara itu, Jeannete Langitan, pemilik ZanChips dari Minahasa Utara, menyebut konten kreatif dan kolaborasi dengan kreator afiliasi membantu memperkenalkan produknya kepada konsumen baru. Ia mengungkapkan strategi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan penjualan sebesar 65%, terutama pada periode promosi tanggal kembar.

Kedua pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa pemenuhan standar produk dan penguatan kemampuan pemasaran dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan UMKM. Meski demikian, hasil yang dicapai masing-masing usaha dapat berbeda sesuai dengan karakteristik produk, pasar, dan strategi penjualan.

Program yang diluncurkan pada 2024 itu disebut telah menjangkau 5.000 peserta dari berbagai kelompok, termasuk pelaku usaha, ibu rumah tangga, penyandang disabilitas, dan anak muda yang tertarik menjalankan usaha daring maupun menjadi kreator.

Materi program mencakup berbagai aspek pengembangan usaha, mulai dari formalisasi bisnis dan sertifikasi produk hingga pembuatan konten serta pemanfaatan pemasaran afiliasi.

Ke depan, penguatan ekosistem produk halal membutuhkan koordinasi antara pemerintah, lembaga pendamping, pelaku industri, dan penyedia platform digital. Selain memperluas akses sertifikasi, upaya tersebut juga perlu memastikan pelaku usaha memahami kewajiban yang berlaku dan mampu mempertahankan standar produk secara konsisten.

Dengan menggabungkan pendampingan sertifikasi, kesiapan produksi, dan peningkatan keterampilan digital, UMKM diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk memenuhi ketentuan produk halal sekaligus memperluas akses pasar di tengah perkembangan ekonomi digital.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan