Sejumlah survei global menunjukkan optimisme pemimpin bisnis masih cukup kuat. Survei PwC 2026 mencatat 30 persen CEO yakin terhadap pertumbuhan pendapatan perusahaannya dalam 12 bulan ke depan.
Optimisme serupa terlihat dalam laporan McKinsey Global Survey pada Maret 2026. Sebanyak 60 persen responden memperkirakan profit perusahaan akan tumbuh dalam enam bulan ke depan.
Di saat yang sama, perusahaan mulai meningkatkan investasi pada kecerdasan buatan (AI) dan membangun organisasi yang lebih adaptif.
Lantas, strategi apa yang bisa diterapkan pemimpin bisnis untuk menjaga pertumbuhan sekaligus memperkuat daya saing?
Merangkum laman BCA Prioritas berikut hal-hal yang bisa dilakukan pemimpin untuk membuat perusahaan bertahan dan tumbuh di saat ketidakpastian ekonomi global serta perubahan arah teknologi.
1. Satukan Strategi Bisnis, Teknologi, dan SDM
Transformasi bisnis tidak cukup dilakukan dengan membeli teknologi baru atau memperbarui sistem. Perusahaan perlu memastikan teknologi, operasional, sumber daya manusia (SDM), dan strategi bisnis bergerak menuju tujuan yang sama.Laporan PwC Indonesia menunjukkan pentingnya menyelaraskan model operasional, kapabilitas tenaga kerja, dan pemanfaatan AI sebagai bagian dari proses reinvention perusahaan.
| Baca juga: Tak Perlu Modal Besar, Ini 7 Usaha Rp1 Jutaan yang Berpeluang Cuan |
2. Jangan Kejar Semua Peluang, Pilih yang Paling Potensial
Dalam bisnis, semakin banyak peluang bukan berarti semakin banyak yang harus diambil. Pemimpin perlu menentukan pasar, produk, atau kapabilitas yang paling sesuai dengan kekuatan perusahaan.PwC mencatat 75 persen CEO Indonesia berencana melakukan ekspansi melampaui industri inti mereka dalam tiga tahun ke depan.
Angka tersebut menunjukkan besarnya ambisi perusahaan untuk mencari sumber pertumbuhan baru. Namun, ekspansi tanpa pemilihan sektor dan investasi yang tepat justru bisa membebani perusahaan.
3. Buat Roadmap, tapi Jangan Terlalu Kaku
Strategi jangka panjang tetap dibutuhkan agar perusahaan memiliki arah yang jelas. Namun, roadmap bisnis juga harus cukup fleksibel untuk menghadapi perubahan.Kemampuan menyesuaikan eksekusi ketika kondisi pasar berubah dapat menjadi keunggulan kompetitif tersendiri.
4. Jadikan Budaya Perusahaan sebagai Investasi
Budaya kerja sering kali dianggap sebagai urusan internal perusahaan. Padahal, kualitas budaya organisasi dapat berpengaruh langsung terhadap produktivitas, kecepatan pengambilan keputusan, hingga kemampuan perusahaan mempertahankan talenta.Birokrasi yang terlalu panjang atau rendahnya keterlibatan karyawan dapat membuat perusahaan kehilangan momentum.
Laporan Gallup dalam State of the Global Workplace 2026 mencatat tingkat keterlibatan karyawan secara global hanya mencapai 20 persen pada 2025. Rendahnya engagement tersebut dikaitkan dengan kehilangan produktivitas hingga USD10 triliun.
5. Jangan Sekadar Pakai AI, Ukur Dampaknya
AI kini semakin sulit diposisikan hanya sebagai eksperimen atau proyek teknologi tambahan. Pemanfaatannya perlu masuk ke proses kerja yang benar-benar memberikan dampak, mulai dari meningkatkan kapasitas tim, memperbaiki pengalaman pelanggan, hingga membantu pengambilan keputusan.6. Manfaatkan M&A untuk Menciptakan Nilai Baru
Merger dan akuisisi atau M&A juga bisa menjadi salah satu pilihan strategi pertumbuhan. Namun, transaksi bisnis tidak harus berhenti pada upaya memperbesar skala perusahaan atau masuk ke pasar baru.M&A dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi teknologi, proses operasional, struktur biaya, hingga kapabilitas yang dibutuhkan perusahaan.
Enam strategi tersebut memiliki satu benang merah yaitu pemimpin bisnis perlu mampu bergerak cepat tanpa kehilangan arah.
Teknologi seperti AI membuka peluang baru, tetapi manfaatnya tetap bergantung pada bagaimana teknologi tersebut terintegrasi dengan strategi, SDM, dan operasional perusahaan.
Begitu pula dengan ekspansi, M&A, dan pengembangan organisasi. Semuanya membutuhkan keputusan yang terukur sekaligus kemampuan beradaptasi ketika kondisi berubah.
Di tengah persaingan yang semakin dinamis, perusahaan yang mampu menggabungkan strategi yang jelas, organisasi yang lincah, dan teknologi yang memberikan dampak nyata akan memiliki modal lebih kuat untuk menjaga pertumbuhan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda