Anggota Komisi VI DPR-RI Andre Rosiade. Foto: Medcom.id/Fachrie
Anggota Komisi VI DPR-RI Andre Rosiade. Foto: Medcom.id/Fachrie

Kritik Pertamina, Politikus Andre Rosiade Sebut Ahok Butuh Panggung

Ekonomi ahok pertamina
Nia Deviyana • 16 September 2020 11:03
Jakarta: Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mempertanyakan pernyataan Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang diunggah di channel YouTube POIN.
 
Dalam channel tersebut, Ahok mengungkap berbagai konflik yang ada di Pertamina sebagai perusahaan pelat merah.
 
Menurut Andre, pernyataan tersebut muncul karena Ahok butuh panggung untuk menunjukkan kinerjanya sebagai Komisaris Utama Pertamina, namun sayangnya malah mendiskreditkan Pertamina secara umum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Statement-statement pak Ahok ini membuat gaduh dan cenderung tanpa dasar. Saya paham pak Ahok butuh panggung, tapi tolong jangan menimbulkan citra negatif untuk Pertamina. Jangan kebanyakan bacot, apalagi pak Ahok orang dalam Pertamina,” kata politikus asal Sumatra Barat ini, melalui keterangan resminya, Rabu, 16 September 2020.
 
Andre juga mengkritik sikap Ahok yang merasa dirinya paling benar. Menurut Andre, hal ini tidak elok.
 
"Komisaris dan Direksi di BUMN paling tidak punya satu agenda rapat bersama dalam satu bulan dalam kasus Pertamina, rapat bersama ini bahkan dilakukan seminggu sekali setiap Kamis. Harusnya Ahok mengoptimalkan rapat tersebut. Jangan merasa superior seolah-olah paling benar kerjanya, paling bersih dan tidak pernah salah. Padahal Pertamina tidak butuh Superman, tetapi butuh superteam yang bersama-sama memajukan Pertamina dan industri migas nasional," kata kader Partai Gerindra itu.
 
Andre juga menyarankan Ahok untuk menyerahkan bukti pelanggaran ke pihak berwenang dibandingkan melempar pernyataan sepihak ke publik.
 
"Ahok ini selalu teriak soal banyak maling di Pertamina. Saran saya, bila Pak Ahok memang punya bukti sebaiknya laporkan saja ke pihak yang berwenang. Kan ada KPK, Kejaksaan, dan juga kepolisian. Jangan tuduh sana-sini tapi sebenarnya tidak ada bukti," cetus Andre.
 
Direksi Pertamina, menurut Andre, sudah melakukan banyak upaya untuk melakukan pembersihan melalui kerja sama dengan aparat penegak hukum.
 
"Bulan lalu Pertamina bekerja sama dengan KPK dan telah berhasil menyelamatkan aset perusahaan sebesar Rp9,5 triliun. Selain itu, Pertamina juga telah mendapat sertifikat ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Suap. Untuk itu saya usul sebaiknya Presiden Jokowi dan Menteri BUMN copot saja Pak Ahok daripada terus membuat kegaduhan yang tidak perlu," kata dia.
 
(DEV)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif