Meriah di Dunia Maya, Sepak Bola Indonesia Kembali Menggeliat
Selebrasi Marko Simic usai mencetak gol yang membantu Persija menaklukkan klub Malaysia Johor Darul Takzim 4-0 di Piala AFC (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
SEPAK BOLA Indonesia 'mencoba' bangkit kembali setelah mengalami kemunduran panjang selama 60 tahun. Sejak pencapaian medali perunggu di Asian Games 1958 hingga kini terkunci di posisi rendah di peringkat 162 dunia versi FIFA. Indonesia adalah negara Asia pertama yang mengikuti piala dunia atas nama Dutch East Indie.

Sebagian besar pemain yang tampil di Piala Dunia 1938 di Prancis berasal dari Jakarta. Sebuah asosiasi sepak bola bernama Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ) didirikan sejak 28 November 1928 di ibu kota Indonesia. Kini, klub itu berganti nama menjadi Persija Jakarta.

Sejak dibebaskan dari hukuman internasional dari FIFA selama hampir setahun karena perselisihan antara asosiasi sepak bola PSSI dan pemerintah, Indonesia mulai memasuki kembali kompetisi baru yang disebut Liga 1. Negara dengan 266,242,701 penduduk ini senang diiringi meriahnya dunia maya. Gairah mencuat dalam keinginan yang tidak pernah terjadi sebelumnya.


Di Balik Kisah Sepak Bola Indonesia
Musim semi informasi membuat para pencinta klub pada waktunya mulai memperkenalkan tim yang mereka dukung dengan penuh semangat. Kegembiraan dialami langsung oleh Hanif Marjuni sebagai Manajer Hubungan Media di Liga 1 Indonesia.

"Dalam bentuk manajemen media, terutama media sosial di klub-klub internal, sejauh ini saya telah melihat kesadaran bahwa media kini menjadi bagian dari kepedulian untuk mengelola fanatisme klub. Ini belum cukup sebagai sumber profesional, tetapi menjadi cara paling ampuh untuk mengaitkan para pendukung telah berjalan dengan baik," katanya.
 

Baca: Jadwal Siaran Langsung Leg 1 Semifinal Liga Champions 2017--2018


Dia telah aktif selama 10 tahun sebagai wartawan yang meliput Persija, salah satu parameter klub sepak bola Indonesia, termasuk bagaimana mengelola media. Menurut Marjuni, dibandingkan dengan tim lain di Indonesia, wartawan yang meliput di Persija adalah yang paling banyak melebihi klub lain.

Ketika aktif menjadi jurnalis yang menulis berita tentang Persija, ia mengakui ada sekitar seratus dua puluh awak media lainnya. 

Sebelum menjadi Media Relations Manager di Liga 1, sempat selama satu musim 2017 Marjuni bergabung di Persija sebagai Media Officer. Dia mengikuti keinginan pemilik klub pada waktu itu untuk berhenti bekerja sebagai wartawan dari desk olahraga pada sebuah surat kabar di Jakarta.


Hanif Marjuni, Media Relations Manager Liga 1 di kantornya (Foto: medcom.id/Arpan Rachman)

Dari penglihatannya kritisisme media di Jakarta berbeda daripada di daerah-daerah lain di Indonesia, Marjuni mengatakan itu disebabkan semua organisasi media nasional berkumpul di Jakarta. Pengalaman jurnalismenya membuat dia memiliki bekal berharga karena dia tahu bagaimana semua jurnalis dapat dianggap sebagai mitra dalam berkomunikasi secara berbeda.

Dimulai dari Persija, ia memahami sedikit-banyak tentang cara mengelola media sosial di komunitas olahraga besar. Dia mengelola semua media sosial Persija termasuk Twitter, Instagram, dan Facebook meski tidak semua konten di dalamnya, dia yang memproduksi, tetapi arahan dan pengawasan olehnya.

Setelah dia keluar dari Persija, kemudian masuk Eko Romeo Yudhiyono mengisi posisi yang ditinggalkan Marjuni sebagai salah satu tokoh penting di balik layar cerita-berita yang dinikmati oleh para pembaca dari klub yang dijuluki Macan Kemayoran. Yudhiyono mantan jurnalis di harian Jawa Pos dan ia aktif juga menjadi Media Officer sejak kompetisi di Liga 2 bergabung dengan klub PSMP Mojokerto, kemudian pada 2009-2010 di Persebaya Surabaya. Bahkan di musim 2017, ia menempati posisi yang sama di Bhayangkara FC dan timnya menjadi juara dengan staf media yang terbatas.

"Media sosial resmi Persija hari ini adalah Instagram, Facebook, Twitter, Line, dan situs web yang dimutakhirkan setiap hari, lebih dari dua berita, menampilkan fitur seperti pemain, hobinya, bagaimana perjalanannya," katanya. "Suatu hari server kami bahkan pernah down karena dibuka hampir bersamaan sekitar 3.000 kali klik. Server ditingkatkan sekarang sehingga server Persija tidak down lagi ketika diakses oleh banyak pembaca. Akun media sosial kami saat ini Persija mungkin merupakan pengikut paling banyak sekitar 961 ribu, hampir satu juta," sambung Yudhiyono. 

Bersama dengan beberapa staf seperti videografer, desain grafis, fotografer, penulis naskah, Yudhiyono biasanya mengadakan rapat kecil sebelum menyajikan konten atau berita. Sama layaknya bekerja di kantor berita, ia secara bersamaan mengedit dan bertindak seperti editor kepala, sehingga konten yang ada harus didiskusikan terlebih dahulu. Jika ada ide bagus dari stafnya, dia pasti menghargai dan langsung mengunggahnya ke media sosial. Tujuan tim adalah bagaimana mengumpulkan konten atau informasi yang menarik bagi jutaan penggemar dari Persija.

"Setiap klub sepak bola memiliki harapan yang sama, jadi begitulah agar klub bisa dikenal di hati dan dekat dengan fans, tergantung bagaimana cara menjaganya," seru Yudhiyono.

Media Warga di Jakarta
Selain media internal klub, ada media warga yang secara mandiri didirikan oleh pendukung klub seperti JakOnline yang berbasis di Jalan Lebak Indah V E 9 Lebak Bulus, Jakarta Selatan. JakOnline telah dengan rajin menyebarkan berita tentang Persija sejak 2001 dan mengaku sebagai media warga pertama dari klub sepak bola Indonesia.

Berita-berita yang mereka tulis dan foto-foto tentang Persija seperti klub ini tidak memiliki stadion sendiri sampai kedatangan direktur baru yang menyiratkan restrukturisasi dalam organisasi. Layar berita didominasi warna merah identik dengan warna kostum kebanggaan yang menjadi ciri Persija.
 

Baca juga: Melihat Komparasi Statistik Salah, Lewandowski, Ronaldo, dan Dzeko di UCL


Mereka terdiri dari anak-anak muda yang bersemangat memainkan peranan penyebar kabar sambil mendukung klub. Dua orang yang bersedia berkisah adalah fotografer Adzani Alwianto dan editor Saif Ahmad Atsalist.

"Kami menggunakan nama JakMania.net pada awal media warga ini hingga tahun 2003. Selanjutnya, kami menggunakan domain JakMania.org, tetapi dalam prosesnya, kami memiliki perjalanan vakum selama satu tahun dari 2005 hingga 2006 tidak ada artikel di semua. Dan kemudian proses melalui regenerasi sampai saya masuk pada tahun 2009 dan terus aktif sebagai JakOnline sampai sekarang," kata Alwianto berkata.


Berita di JakOnline (Foto: medcom.id/Arpan Rachman)

Selain menyiapkan media warga, mereka juga membuat akun di media sosial seperti Facebook, saat ini, telah disukai 179.069 dan diikuti oleh 178.247 akun. Sementara Twitter diikuti oleh 500 ribu, dan Instagram mencapai 267 ribu follower.

"Selanjutnya, kami juga mengadakan siaran radio bekerja sama dengan Radio Republik Indonesia. Dan mengembangkan saluran YouTube, yang masih lambat baru 21.000 pelanggan sejauh ini. Tapi sebenarnya YouTube kita sudah lama sejak 2012 hanya saja tidak lancar, baru aktif 2015 akhir-akhir ini," lanjut Alwianto.

Mereka berinteraksi melalui grup Whatsapp dengan 15 anggota. Sedangkan karya tulis aktif dan fotografi untuk isi berita JakOnline berkisar dikreasi oleh kurang 10 orang.

"Berbicara tentang propaganda Persija bukanlah yang kami lakukan, tetapi kami melihat persiapan pertandingan atau tim dari mata para pendukung yang ditulis dalam metode jurnalistik. Tidak hanya dengan pendekatan biasa, jika ada jurnalis profesional, ada banyak bahasa yang dapat kami temukan karena JakOnline berdasarkan persentase, tingkat komposisi yang terdiri dari 1% jurnalis, 90% pendukung, 9% kutu buku," kata Atsalist.

Pendukung di Media Sosial
Bagaimana dengan klub selain Persija di bawah cahaya dunia maya berbicara tentang sepak bola di Indonesia yang sedang mencoba untuk menghidupkan kembali pencapaian internasional setelah tenggelam selama 60 tahun, berikut:
 
Negara ini memiliki mimpi kembali ke Piala Dunia lagi. Dan di semua stadion Indonesia selama pertandingan sepak bola, kita biasanya mendengar suara teriakan, ramai dan berisik seperti lumrahnya pertandingan sepak bola di seluruh dunia.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga?

Video: Mohamed Salah Raih Gelar Pemain Terbaik versi PFA




(ACF)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id